Wuling Eksion Resmi Meluncur, SUV 7-Seater Pertama Dengan EV Dan PHEV Di Indonesia

Wuling resmi memperkenalkan Eksion di Indonesia lewat ajang grand launching bertajuk “Exploring Family Journeys” yang digelar di Mall Kota Kasablanka. Model ini langsung menarik perhatian karena hadir sebagai SUV 7-seater pertama di Indonesia yang menyediakan dua opsi elektrifikasi, yakni Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Kehadiran Eksion menambah deretan kendaraan elektrifikasi Wuling di pasar Tanah Air. Mobil ini ditujukan untuk keluarga modern yang membutuhkan kendaraan efisien, nyaman, dan tetap praktis untuk dipakai harian maupun perjalanan jauh.

SUV keluarga dengan dua pilihan teknologi

Eksion menawarkan pendekatan yang jarang ditemui di segmen SUV keluarga karena menggabungkan dua teknologi dalam satu model. Jalur EV memberi pengalaman berkendara listrik penuh, sementara PHEV memberi fleksibilitas lebih untuk pengguna yang ingin memadukan efisiensi listrik dan dukungan mesin konvensional.

Pendekatan ini membuat Eksion relevan bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan serbaguna. Untuk mobilitas dalam kota, teknologi elektrifikasi bisa memberi efisiensi yang lebih baik, sedangkan untuk perjalanan antarkota, opsi PHEV menghadirkan rasa aman berkat fleksibilitas daya jelajah.

Respons pasar jadi dasar pengembangan

Peluncuran Eksion juga tidak bisa dilepaskan dari sambutan positif terhadap Wuling Darion. MPV elektrifikasi itu sudah mencatat penjualan domestik hingga 5.000 unit sejak diperkenalkan, lalu mulai masuk ke pasar luar negeri seperti Brunei Darussalam dan Hong Kong.

Capaian tersebut ikut diperkuat oleh penghargaan yang diterima Darion, di antaranya Best EV MPV dan Best Medium MPV di Indonesia International Motor Show 2026. Model ini juga meraih predikat Best Electrified Family Car di Uzone Choice Award 2026.

Ricky Christian menegaskan bahwa respons terhadap Darion menunjukkan perubahan kebutuhan konsumen keluarga. Ia menyebut konsumen kini makin mengutamakan kendaraan yang efisien, modern, nyaman, dan mampu mendukung aktivitas harian.

Pasar SUV Indonesia makin condong ke elektrifikasi

Wuling melihat momentum peluncuran Eksion di tengah pertumbuhan segmen SUV nasional yang kini menyumbang sekitar 29% dari total pasar otomotif Indonesia. Dari porsi itu, sekitar sepertiganya sudah diisi oleh kendaraan New Energy Vehicle atau NEV.

Data tersebut menunjukkan bahwa adopsi teknologi elektrifikasi tidak lagi terbatas pada segmen tertentu. Konsumen SUV di Indonesia mulai membuka diri terhadap produk yang lebih hemat energi dan menawarkan teknologi yang lebih maju.

Jejak Wuling di segmen SUV sudah kuat

Sebelum memperkenalkan Eksion, Wuling sudah lebih dulu membangun portofolio SUV melalui Almaz, Almaz RS dengan teknologi WISE, Almaz Hybrid, dan Alvez di kelas SUV kompak. Langkah berlapis itu membuat merek asal Tiongkok tersebut punya pengalaman panjang membaca kebutuhan pasar SUV di Indonesia.

Secara total, lebih dari 40.000 unit SUV Wuling telah digunakan oleh konsumen di Indonesia. Angka tersebut menjadi sinyal bahwa basis pengguna Wuling di segmen ini terus berkembang dan memberi ruang bagi model baru untuk masuk ke pasar.

Dirancang untuk kebutuhan keluarga modern

Wuling menyebut Eksion dikembangkan untuk menjawab beberapa kebutuhan utama konsumen SUV masa kini. Kabin luas menjadi penting untuk mengakomodasi tujuh penumpang, sementara efisiensi biaya operasional dibutuhkan agar kendaraan tetap nyaman dimiliki dalam jangka panjang.

Aspek keselamatan juga masuk dalam perhatian utama pengembangan model ini. Wuling menempatkan kombinasi kenyamanan kabin, efisiensi energi, dan fitur keselamatan komprehensif sebagai nilai jual utama Eksion di pasar Indonesia.

Dengan format SUV 7-seater dan pilihan EV serta PHEV dalam satu model, Eksion berpotensi memperluas pilihan keluarga Indonesia yang mencari kendaraan elektrifikasi tanpa harus mengorbankan fungsi dan kenyamanan. Kehadirannya juga mempertegas arah Wuling dalam memperkuat lini mobil listrik dan hybrid di Indonesia.

Source: otodriver.com
Terkait