Jetour T2 i-DM dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV mulai mengarah ke pasar Indonesia. PT Jetour Sales Indonesia menyebut model ini berpeluang hadir pada semester II dan saat ini masih menghitung harga yang dinilai cocok agar bisa diterima konsumen.
Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, menyampaikan bahwa kehadiran T2 i-DM akan menjadi pelengkap lini Jetour T2 di Indonesia. Selama ini, model T2 yang dipasarkan di Tanah Air baru tersedia dalam varian mesin bensin.
PHEV pertama Jetour untuk Indonesia
Jetour T2 i-DM diposisikan sebagai SUV bergaya offroad yang tetap menawarkan efisiensi lebih baik dibandingkan mesin bensin murni. Ranggy menegaskan karakter mobil ini tetap dekat dengan identitas T2, sehingga calon konsumennya tidak akan mendapat desain yang jauh berbeda dari varian yang sudah ada.
Menurut Ranggy, kehadiran PHEV ini relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Ia menyebut kendaraan seperti T2 i-DM bisa menjadi jawaban bagi konsumen yang ingin SUV tangguh tetapi tetap hemat bahan bakar, terutama di tengah kenaikan harga BBM.
Tampilan mirip, ada penyesuaian di dimensi
Dari sisi eksterior, Jetour T2 i-DM tampak serupa dengan versi bensin. Namun, ada sejumlah perbedaan teknis pada ukuran bodi dan kemampuan jelajah yang membedakan keduanya.
SUV ini memiliki panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, dan tinggi 1.875 mm. Angka tinggi tersebut sedikit berbeda dari varian bensin yang tercatat 1.880 mm, sementara ground clearance T2 i-DM berada di 205 mm.
Mesin 1.500 cc dengan dua motor listrik
Di balik kap mesin, T2 i-DM memakai mesin 1.500 cc yang dipadukan dengan dua motor listrik dan transmisi 3-speed DHT. Jetour mengklaim kombinasi itu menghasilkan tenaga 280 kW atau 375 hp, serta torsi 600 Nm.
Angka tersebut disebut meningkat 56,4 persen dibanding varian bensin. Dengan karakter seperti itu, T2 i-DM tidak hanya menyasar efisiensi, tetapi juga performa yang tetap kuat untuk penggunaan harian maupun rute yang membutuhkan tenaga lebih besar.
Jarak tempuh lebih panjang
Jetour T2 i-DM bisa diisi bensin sekaligus dicas. Dalam mode listrik penuh, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 140 km, yang memberi ruang bagi penggunaan jarak pendek tanpa harus sering memakai mesin bensin.
Saat mesin bensin dan motor listrik bekerja bersama, total jarak tempuhnya diklaim mencapai 1.000 km. Klaim ini menjadi salah satu daya tarik utama karena menggabungkan fleksibilitas pengisian energi dan efisiensi perjalanan jarak jauh.
Fitur keselamatan sudah lengkap
Jetour juga membekali model ini dengan fitur keselamatan berbasis bantuan pengemudi. Beberapa fitur ADAS yang disebut hadir antara lain Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, dan Blind Spot Monitor.
Kehadiran fitur tersebut memperkuat posisi T2 i-DM sebagai SUV modern yang tidak hanya mengandalkan desain dan efisiensi, tetapi juga perhatian pada keselamatan penumpang. Kombinasi ini membuat Jetour T2 i-DM berpotensi menarik bagi konsumen yang mencari kendaraan bergaya offroad dengan teknologi elektrifikasi yang lebih praktis.
Dengan rencana masuk ke Indonesia pada semester II, fokus berikutnya ada pada strategi harga yang disiapkan Jetour agar T2 i-DM bisa bersaing di pasar SUV elektrifikasi. Jika kalkulasi itu sesuai, model ini akan menambah pilihan baru bagi konsumen yang menginginkan SUV berkarakter tangguh sekaligus lebih hemat bahan bakar.
Source: www.cnnindonesia.com






