Changan Group memperkenalkan pembaruan strategi ekspansi luar negeri melalui Vast Ocean Plan 2.0 dalam ajang Beijing Auto Show 2026 di Beijing, China. Langkah ini menjadi penegasan bahwa pabrikan tersebut ingin bergerak dari pola bisnis berbasis ekspor menuju operasi global yang lebih terintegrasi.
Strategi anyar itu juga menempatkan globalisasi sebagai inti transformasi bisnis Changan. Perusahaan menargetkan pertumbuhan besar di pasar internasional hingga 2030 dengan peningkatan volume penjualan luar negeri yang dirancang mencapai lima kali lipat dari capaian saat ini.
Fokus pada lokalisasi dan operasi global
Changan menyebut Vast Ocean Plan 2.0 sebagai pengembangan dari kerangka kerja 1+4+4+5. Dalam penjelasannya, Zhao Fei, General Manager Changan Group, menegaskan bahwa perusahaan akan tetap berpegang pada prinsip pengembangan jangka panjang, lokalisasi, sistematisasi, dan praktik ESG.
Pernyataan itu menunjukkan arah baru yang tidak hanya mengejar penjualan, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis di pasar tujuan. Pendekatan tersebut diarahkan agar Changan tidak lagi sekadar menyalurkan kendaraan dari Tiongkok ke luar negeri, melainkan membangun kehadiran yang lebih dalam di setiap wilayah operasi.
Kinerja luar negeri masih terus tumbuh
Dorongan strategi anyar ini datang saat kinerja internasional Changan menunjukkan tren positif. Pada 2025, perusahaan membukukan penjualan luar negeri sebanyak 637.000 unit, naik 18,9 persen dibanding tahun sebelumnya.
Capaian itu didukung jaringan bisnis yang cukup luas. Changan kini beroperasi di 118 negara, memiliki 1.124 diler, serta mengelola 22 basis manufaktur di luar negeri.
Portofolio global perusahaan juga semakin beragam. Hingga akhir 2025, Changan telah memiliki 41 model kendaraan di pasar internasional, terdiri dari 25 model bermesin konvensional dan 16 kendaraan energi baru atau NEV.
Teknologi baru ikut diperlihatkan
Dalam ajang yang sama, Changan menampilkan teknologi BlueCore HEV pada model Eado generasi keempat dan CS75 Plus. Teknologi ini diposisikan sebagai bagian dari strategi menghadirkan solusi mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk konsumen global.
Pameran teknologi tersebut memberi sinyal bahwa Changan tidak hanya mengandalkan perluasan jaringan, tetapi juga meneruskan pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar. Langkah ini penting karena persaingan di segmen kendaraan global kini semakin bergantung pada efisiensi, elektrifikasi, dan kesiapan teknologi.
Target 2030 dan arah pasar utama
Untuk jangka panjang, Changan menetapkan target penjualan internasional di kisaran 1,5 juta hingga 1,8 juta unit pada 2030. Angka itu memperlihatkan ambisi besar perusahaan dalam memperluas skala bisnis di luar negeri.
Selain volume penjualan, Changan juga membidik posisi strategis di beberapa kawasan. Perusahaan menargetkan diri menjadi merek China terdepan di Eropa, sekaligus masuk dalam jajaran lima besar produsen otomotif di Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Pilar strategi baru
Vast Ocean Plan 2.0 akan dijalankan melalui tujuh pilar utama. Fokusnya mencakup peningkatan teknologi yang sesuai kebutuhan pengguna, penguatan sumber daya manusia internasional, serta investasi pada riset dan pengembangan.
Perusahaan juga menempatkan penguatan ekosistem layanan purna jual global sebagai bagian penting dari strategi. Dengan langkah ini, Changan berupaya membangun loyalitas konsumen dan memperkokoh citra merek di pasar luar negeri yang semakin kompetitif.
Pembaruan strategi di Auto China 2026 menunjukkan bahwa Changan ingin menaikkan level kehadirannya di pasar global melalui kombinasi teknologi, lokalisasi, dan ekspansi jaringan. Arah tersebut menandai fase baru bagi perusahaan dalam memperluas pengaruhnya di berbagai kawasan sekaligus menjaga momentum pertumbuhan internasional yang sudah terbentuk.







