Lebong Siaga Longsor, Pemkab Beli Backhoe Loader Baru untuk Buka Akses yang Terputus

Pemerintah Kabupaten Lebong menambah kesiapsiagaan menghadapi bencana longsor dengan membeli alat berat baru jenis backhoe loader melalui Dinas PUPR-Hub. Langkah ini diambil karena longsor kerap menutup akses jalan di beberapa wilayah, termasuk jalur Tes-Air Dingin di Kecamatan Rimbo Pengadang, wilayah Kecamatan Topos, Tik Tebing di Kecamatan Lebong Atas, dan Air Kopras di Kecamatan Pinang Belapis.

Pengadaan alat berat itu dinilai penting untuk memperkuat respon darurat dan membantu pekerjaan pembangunan infrastruktur yang menjadi tugas OPD teknis tersebut. Di wilayah yang rawan bencana, alat ini juga diharapkan bisa mempercepat pembukaan akses jalan saat material longsor menutup jalur utama masyarakat.

Penguatan respons saat darurat

Plt. Kepala Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, Reko Heryanto, melalui Sekretaris Dinas PUPR-Hub Junaidi, menjelaskan bahwa pengadaan backhoe loader dilakukan untuk mendukung kondisi tanggap darurat. Menurut dia, keberadaan alat tambahan sangat dibutuhkan karena sebagian daerah di Kabupaten Lebong memang rawan bencana.

Junaidi menyebut pengadaan tersebut dilakukan melalui sistem e-katalog. Ia juga menilai alat itu penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi penyelamatan maupun rehabilitasi saat bencana terjadi.

Saat ini, backhoe loader yang telah dibeli disebut sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Lebong. Setelah sampai, pemerintah daerah akan melaporkan keberadaannya kepada Bupati Lebong untuk mendapatkan arahan terkait pengoperasian alat tersebut.

Menunggu arahan soal penempatan alat

Junaidi mengatakan pihaknya belum menetapkan apakah alat berat itu akan tetap berada di bawah Dinas PUPR-Hub atau diserahkan ke BPBD Kabupaten Lebong. Keputusan itu masih menunggu petunjuk pimpinan daerah setelah alat tiba di Lebong.

Kehadiran alat berat baru ini juga dipandang sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana yang datang tanpa bisa diprediksi. Pemerintah ingin memastikan penanganan bisa dilakukan lebih cepat, terutama saat longsor menghambat akses warga.

Akses jalan dan dampak ekonomi warga

Bupati Lebong H. Azhari, SH, MH, menegaskan bahwa backhoe loader baru itu diharapkan bisa langsung dimobilisasi ke lokasi ketika terjadi bencana. Ia menilai kecepatan penanganan sangat penting agar bantuan kepada masyarakat tidak terlambat.

Kabupaten Lebong berada di wilayah yang disebut rawan bencana, terutama longsor yang kerap menutup jalan penghubung. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena akses menuju Kabupaten Lebong saat ini bergantung pada dua jalur utama, yakni Rejang Lebong-Lebong dan Bengkulu Utara-Lebong.

Jika kedua jalur itu terganggu oleh material longsor, mobilitas warga ikut terhambat. Dampaknya tidak hanya pada aktivitas harian, tetapi juga pada roda perekonomian masyarakat yang bergantung pada kelancaran distribusi barang dan pergerakan orang.

Kebutuhan daerah rawan bencana

Pemerintah daerah memandang penambahan alat berat ini sebagai langkah praktis untuk menyesuaikan diri dengan kondisi alam Lebong. Dengan medan yang rawan longsor, kesiapan alat di lapangan menjadi faktor penting agar penanganan tidak bergantung pada bantuan yang datang terlambat.

Bupati Azhari menekankan bahwa pemerintah tidak mengharapkan terjadinya bencana, tetapi tetap harus siap karena risiko sulit diprediksi. Dalam situasi seperti itu, keberadaan backhoe loader baru dapat menjadi dukungan penting untuk kerja cepat di lapangan dan membuka kembali akses masyarakat yang sempat tertutup.

Exit mobile version