Nissan Hidupkan Lagi Nama Terrano, SUV PHEV Ini Siap Menyerbu China dan Pasar Global

Nissan memperkenalkan konsep SUV Terrano PHEV di Beijing Auto Show sebagai bagian dari dorongan besar ke kendaraan energi baru atau NEV. Model ini hadir dengan sasis tangga dan diarahkan untuk masuk jalur produksi dalam waktu satu tahun ke depan bagi pasar China serta pasar global tertentu.

Kehadiran Terrano menandai kembalinya nama legendaris Nissan ke panggung otomotif dengan pendekatan yang lebih modern. Mobil ini diposisikan sebagai SUV yang bisa mendukung kebutuhan petualangan luar ruang sekaligus tetap relevan untuk mobilitas harian di perkotaan.

Fokus pada identitas off-road

Terrano PHEV tampil dengan karakter desain yang tegas dan berorientasi fungsi. Lengkungan roda dibuat kotak, ban memakai tapak lebar, lalu bagian bawah bodi mendapat pelat pelindung untuk membantu saat melintas di medan berat.

Nissan juga menambahkan lampu tambahan dan tangga samping pada konsep ini. Elemen tersebut tidak sekadar memperkuat tampilan gagah, tetapi juga mendukung akses ke rak atap dan meningkatkan kegunaan untuk aktivitas luar ruang.

Desain bodi yang kokoh itu turut dikaitkan dengan kemampuan jelajah. Nissan menyebut pendekatan ini membantu memperbaiki sudut datang dan sudut berangkat, dua aspek yang penting bagi kendaraan off-road.

Teknologi plug-in hybrid di balik Terrano

Untuk sektor penggerak, Terrano PHEV disebut mengadopsi teknologi dari Frontier Pro PHEV. Kombinasi yang dimaksud terdiri dari mesin bensin 1.5 liter turbo dan motor listrik.

Dari data yang disampaikan, sistem itu mampu menghasilkan tenaga 402 hp dan torsi 800 Nm. Nissan juga menyebut penggunaan baterai 33 kWh yang memberi jarak tempuh mode listrik murni hingga 135 kilometer berdasarkan siklus pengujian CLTC.

Kombinasi tersebut memperlihatkan arah pengembangan Nissan yang ingin menggabungkan performa, efisiensi, dan kemampuan serbaguna. Pendekatan ini sesuai dengan kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan bisa dipakai untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan yang lebih menantang.

China jadi pusat strategi Nissan

Presiden dan CEO Nissan, Ivan Espinosa, menegaskan bahwa China memegang peran penting dalam visi perusahaan. Ia menyebut China bukan hanya pasar domestik yang sangat kompetitif, tetapi juga sumber inovasi untuk menghadirkan nilai baru bagi pelanggan global.

Dalam pernyataannya, Espinosa mengatakan teknologi canggih harus punya tujuan yang jelas dan langsung dirasakan pelanggan melalui mobilitas yang lebih aman, lebih intuitif, dan lebih mudah diakses. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa Nissan melihat China sebagai pusat pengembangan, bukan hanya tempat penjualan.

Strategi itu juga tercermin dari rencana produk Nissan di negara tersebut. Selain Terrano, pabrikan Jepang itu memamerkan konsep Urban SUV PHEV yang menyasar konsumen muda di China.

Rencana model baru dan ekspor

Nissan menargetkan peluncuran lima model NEV baru di China sebagai bagian dari ambisi jangka panjang. Target penjualan yang dikejar mencapai satu juta unit per tahun pada tahun fiskal 2030.

Untuk produksi massal, Nissan akan bekerja sama dengan mitra lokal Dongfeng. Langkah ini ditujukan untuk menekan biaya pengembangan sekaligus mempercepat distribusi ke pasar.

Nissan juga mengonfirmasi bahwa produk hasil pengembangan di China akan dibawa ke pasar lain. Wilayah tujuan ekspor tersebut mencakup ASEAN, Amerika Latin, dan Timur Tengah, sehingga peran China semakin penting dalam strategi global perusahaan.

Dengan Terrano PHEV, Nissan mencoba menggabungkan citra SUV tangguh, teknologi elektrifikasi, dan pendekatan produksi yang lebih terintegrasi di China. Arah pengembangan ini menunjukkan bahwa nama Terrano kini diproyeksikan bukan hanya sebagai ikon nostalgia, tetapi juga sebagai model yang disiapkan untuk kebutuhan mobilitas masa depan.

Exit mobile version