Pengguna BBM subsidi yang mendapati barcode MyPertamina tiba-tiba hilang tidak perlu panik. Kondisi ini bisa terjadi karena Pertamina sedang melakukan pembaruan dan penyesuaian data konsumen agar penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran.
Kabar ini ramai dikeluhkan pengguna solar subsidi dan Pertalite yang mendapati QR code untuk transaksi tidak lagi muncul di akun mereka. Pertamina melalui Pertamina Contact Center 135 menjelaskan bahwa proses pembaruan data memang sedang berlangsung, sehingga sebagian pengguna diminta melakukan pendaftaran ulang.
Mengapa barcode bisa hilang
Barcode MyPertamina dipakai sebagai syarat transaksi BBM subsidi di SPBU Pertamina. Jika barcode menghilang, artinya data kendaraan atau data konsumen di sistem perlu diperbarui agar kembali cocok dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam penjelasannya, Pertamina menekankan bahwa pembaruan data ini dilakukan untuk memastikan subsidi diterima oleh pihak yang berhak. Karena itu, pengguna yang terdampak diminta mengecek kembali pendaftaran dan memastikan semua data yang diinput benar, termasuk data diri dan nomor polisi kendaraan.
Apa yang harus dilakukan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mendaftar ulang melalui situs subsiditepat.mypertamina.id atau aplikasi MyPertamina. Pengguna harus memasukkan data yang sesuai dengan identitas dan kendaraan yang digunakan, karena ketidaksesuaian data bisa membuat barcode tidak tampil.
Pendaftaran ulang ini juga menjadi cara untuk memulihkan status verifikasi kendaraan. Setelah data diperbarui dan disetujui, barcode atau QR code bisa kembali diakses untuk transaksi BBM subsidi di SPBU Pertamina.
Dokumen yang perlu disiapkan
Ada tiga dokumen utama yang diminta saat pendaftaran. Dokumen itu adalah foto KTP yang jelas dan terbaca, foto STNK tampak depan dan belakang, serta foto kendaraan dari samping dengan nomor polisi terlihat jelas.
Kualitas foto menjadi penting karena sistem perlu mencocokkan data secara akurat. Jika foto buram, terpotong, atau nomor polisi tidak terlihat, proses verifikasi bisa terhambat dan barcode tidak segera muncul.
Tahapan daftar ulang di MyPertamina
Proses pendaftaran dimulai dari aktivasi akun email di situs subsiditepat.mypertamina.id. Pengguna perlu membuat akun baru, mengisi data diri seperti nama lengkap, NIK, nomor telepon, alamat email, lalu menunggu tautan aktivasi yang dikirim ke email terdaftar.
Setelah akun aktif, pengguna masuk kembali dengan NIK dan kata sandi. Pada tahap verifikasi data diri, sistem akan mengirim OTP lewat email atau SMS, dengan catatan OTP via SMS maksimal bisa dilakukan 3 kali sehari.
Berikutnya, pengguna melengkapi data diri dan alamat sesuai kolom yang tersedia. Setelah itu, foto KTP diunggah untuk proses verifikasi data diri, lalu menunggu hasil persetujuan melalui email.
Langkah verifikasi kendaraan
Jika data diri disetujui, pengguna masuk ke menu BBM, lalu memilih Unit Subsidi dan menekan Tambah Unit. Pada tahap ini, data kendaraan harus diisi dengan nomor polisi yang benar, disertai foto STNK dan foto kendaraan sesuai petunjuk.
Sebelum mengirim data, pengguna diminta membuat PIN Klaim. Setelah itu, data unit kendaraan dikirim untuk dicocokkan, dan proses ini bisa memerlukan waktu hingga 14 hari kerja.
Jika verifikasi berhasil, pengguna akan menerima email konfirmasi atau bisa mengecek status pendaftaran secara berkala di website. Setelah disetujui, QR Code dapat dilihat dengan memasukkan PIN Klaim terlebih dahulu, lalu diunduh dan disimpan untuk transaksi di SPBU Pertamina.
Hal penting yang perlu diperhatikan
Pertamina juga mengingatkan bahwa status penerima BBM subsidi tidak bersifat permanen. Status itu bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti ketentuan yang berlaku, sehingga data yang benar dan update perlu dijaga agar akses barcode tetap aman.
Karena QR Code dipakai langsung saat transaksi, pengguna juga diminta menjaga kerahasiaannya. Jika barcode hilang atau tidak muncul, solusi utamanya tetap ada pada pembaruan data dan verifikasi ulang melalui kanal resmi MyPertamina.
