Xiaomi kembali menarik perhatian publik otomotif saat memamerkan Vision Gran Turismo di ajang Auto China 2026 di Beijing. Mobil konsep listrik bergaya supercar ini menjadi sorotan karena menggabungkan desain ekstrem, teknologi penggerak canggih, dan ambisi perusahaan asal China itu di sektor kendaraan listrik berperforma tinggi.
Debut di Beijing ini menjadi penampilan domestik pertama Vision Gran Turismo setelah sebelumnya diperkenalkan secara global di MWC Barcelona. Kehadiran mobil ini memperlihatkan bahwa Xiaomi tidak hanya ingin dikenal sebagai produsen teknologi konsumen, tetapi juga ingin menunjukkan kemampuan dalam merancang kendaraan dengan pendekatan aerodinamika dan elektrifikasi mutakhir.
Supercar listrik dengan spesifikasi agresif
Vision Gran Turismo dibangun di atas platform tegangan tinggi 900V berbasis silikon karbida. Arsitektur ini mendukung efisiensi daya dan menjadi fondasi bagi sistem performa tinggi yang dipasang pada mobil konsep tersebut.
Xiaomi juga membekali kendaraan ini dengan empat motor listrik dan sistem penggerak semua roda atau AWD. Kombinasi itu menghasilkan tenaga total 1.000 kW atau setara 1.360 tenaga kuda, angka yang menempatkannya di kelas kendaraan konsep berperforma sangat tinggi.
Dengan tenaga sebesar itu, Vision Gran Turismo diklaim mampu melesat dari posisi diam ke 100 km/jam hanya dalam waktu sekitar satu detik. Kecepatan puncaknya disebut mencapai 350 km/jam, sehingga mobil ini masuk kategori yang dekat dengan hypercar listrik modern.
Fokus pada efisiensi aerodinamika
Selain mengandalkan tenaga besar, Xiaomi juga menaruh perhatian besar pada bentuk bodi. Desain eksterior mobil ini diarahkan untuk meminimalkan hambatan udara sekaligus menjaga stabilitas saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Koefisien drag mobil ini disebut berada di sekitar 0,29, dengan bodi bergaya teardrop yang ekstrem. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya menonjolkan tampilan futuristis, tetapi juga mengejar keseimbangan antara hambatan udara yang rendah dan downforce yang dibutuhkan untuk performa tinggi.
Laporan media setempat menyebutkan bahwa dalam beberapa skenario pengujian, tenaga yang dihasilkan laboratorium teknologi berjalan ini dapat mendekati 1.900 hp. Informasi itu menegaskan besarnya ruang eksperimen yang disiapkan Xiaomi dalam pengembangan konsep kendaraan listrik performa tinggi.
Bukan untuk jalan raya, tetapi untuk riset
Meski spesifikasinya impresif, Xiaomi menegaskan bahwa Vision Gran Turismo tidak disiapkan untuk produksi massal. Statusnya tetap sebagai mobil konsep yang berfungsi sebagai wahana riset dan pengembangan, bukan produk komersial yang akan dijual ke publik.
Perusahaan menjelaskan bahwa proyek ini dipakai sebagai platform untuk mengeksplorasi integrasi kecerdasan buatan atau AI serta pengalaman berkendara digital di masa depan. Dengan demikian, mobil ini menjadi sarana ujicoba arah baru Xiaomi dalam teknologi otomotif, bukan sekadar pajangan pameran.
Masuk ke dunia gim balap
Selain tampil di panggung otomotif, Vision Gran Turismo juga akan hadir dalam permainan simulasi balap Gran Turismo. Kehadiran di gim tersebut memberi Xiaomi akses ke audiens global yang lebih luas, sekaligus memperkuat citra merek mereka di persimpangan antara otomotif, teknologi, dan hiburan digital.
Langkah itu juga membantu memperluas eksposur Vision Gran Turismo di luar arena pameran fisik. Bagi Xiaomi, mobil konsep ini menjadi medium untuk memperkenalkan visi otomotif mereka, sambil menegaskan bahwa perusahaan siap menjajaki masa depan mobil listrik dengan pendekatan desain dan teknologi yang lebih berani.
