Kabar soal perluasan lini SUV Jaecoo kembali mencuri perhatian setelah dua nama baru, J3 dan J9, terlihat dalam presentasi Omoda Jaecoo International di panggung Beijing Auto Show 2026. Keduanya belum diperlihatkan secara terbuka karena masih ditutup kain hitam, tetapi kemunculannya cukup untuk memunculkan dugaan bahwa Jaecoo sedang menyiapkan lapisan produk yang lebih lengkap.
Posisi kedua model tersebut juga sudah memberi gambaran awal arah pengembangan merek ini. Jaecoo J3 disebut sebagai model entry level, sedangkan J9 diposisikan lebih tinggi di segmen premium dan berpotensi menjadi model flagship baru.
Dua nama baru di tengah ekspansi global
CEO Omoda Jaecoo International, Shawn Xu, menampilkan portofolio lengkap Omoda dan Jaecoo dalam sesi tersebut. Dari rangkaian model yang dipamerkan, J3 dan J9 langsung menjadi sorotan karena selama ini Jaecoo sudah lebih dulu dikenal lewat J5, J7, dan J8.
Penyusunan lini produk itu menunjukkan strategi yang cukup jelas. Jaecoo tampaknya ingin membangun keluarga SUV dari kelas yang lebih terjangkau hingga segmen yang lebih mewah.
Langkah ini juga sejalan dengan ekspansi global yang sedang dijalankan merek tersebut. Kehadiran dua model baru di panggung besar seperti Beijing Auto Show memperkuat sinyal bahwa Jaecoo ingin memperluas basis konsumen di berbagai negara.
Belum ada spesifikasi dan jadwal resmi
Meski nama dan posisinya sudah muncul, Jaecoo belum membuka detail teknis untuk J3 dan J9. Tidak ada penjelasan mengenai spesifikasi mesin, desain eksterior, kabin, maupun teknologi yang akan dibawa kedua SUV itu.
Waktu peluncuran resminya juga masih belum diumumkan. Karena itu, semua informasi yang beredar saat ini masih terbatas pada keberadaan model dan penempatan produk di dalam jajaran Jaecoo.
Kondisi ini membuat J3 dan J9 masih berada pada tahap pengenalan awal. Publik perlu menunggu pengumuman berikutnya untuk mengetahui apakah keduanya akan hadir sebagai SUV listrik, hybrid, atau memakai konfigurasi lain.
Lini Jaecoo di Indonesia sudah mulai terbentuk
Di Indonesia, Jaecoo mulai membangun pijakan lewat model yang lebih dulu hadir di pasar. Salah satu yang menonjol adalah Jaecoo J5, yang masuk ke segmen kendaraan listrik murni.
Shawn Xu mengklaim performa global model tersebut cukup kuat. Ia menyebut, “Jaecoo J5 memiliki 20.000 unit selama 9 bulan,” dan menambahkan bahwa model itu menjadi EV nomor 1 di Indonesia, Thailand, dan beberapa negara lain.
Data Gaikindo juga menunjukkan J5 EV mendapat sambutan positif di pasar domestik. Pada periode Januari–Maret 2026, distribusi wholesales Jaecoo J5 EV mencapai 7.827 unit.
Kinerja itu berlanjut pada Maret 2026, ketika SUV listrik tersebut mencatat wholesales 2.959 unit. Angka ini mengindikasikan bahwa Jaecoo sudah punya modal awal untuk memperkuat kehadiran produknya di Indonesia.
Selain J5, Jaecoo juga sudah memperkenalkan J7 SHS dan J8 SHS. Keduanya menyasar segmen SUV yang lebih besar dan lebih premium, sehingga kehadiran J3 dan J9 berpotensi mengisi celah yang belum tertutup di bagian bawah dan atas lini produk.
Peta produk makin rapat
Jika J3 benar-benar diposisikan sebagai model paling terjangkau, Jaecoo akan memiliki struktur produk yang lebih berlapis. Di sisi lain, J9 bisa menjadi penegas ambisi merek ini di kelas atas dengan tawaran yang lebih eksklusif.
Dengan munculnya dua model baru tersebut, arah strategi Jaecoo terlihat semakin agresif. Pasar kini menunggu langkah berikutnya untuk melihat kapan J3 dan J9 resmi diperkenalkan dan bagaimana karakter keduanya akan membedakan diri dari J5, J7, dan J8.
Source: otomotif.kompas.com