
Jetour menilai mobil listrik kompak punya peluang besar di Indonesia karena karakter pasar yang dinilai lebih dekat dengan kendaraan energi terbarukan dan model berukuran kecil. Pandangan itu muncul saat Ke Chuandeng, President Jetour International, menjelaskan bahwa Indonesia berbeda dari Malaysia dalam preferensi konsumen, terutama untuk segmen EV ringkas.
Pernyataan tersebut memperkuat arah pengembangan Jetour di Tanah Air yang selama ini masih didominasi model bermesin bensin. Saat ini, Jetour menjual Dashing, X70 Plus, dan T2, sambil menyiapkan kehadiran varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV dari T2 dalam waktu dekat tahun ini.
Target Pasar yang Dianggap Paling Relevan
Jetour melihat minat konsumen Indonesia terhadap mobil kecil dan mobil listrik sebagai sinyal positif untuk produk masa depan. Ke menyebut pasar Indonesia cukup berbeda karena konsumen dinilai lebih menyukai kendaraan energi terbarukan, khususnya EV berukuran ringkas.
Menurut Jetour, kondisi itu membuat segmen mobil listrik kompak menjadi area yang layak digarap lebih serius. Namun, perusahaan mengakui belum memiliki produk listrik ringkas yang benar-benar pas untuk langsung ditawarkan ke pasar Indonesia saat ini.
Masih Dalam Tahap Studi dan Pengembangan
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Jetour terus melakukan studi pasar dan pengembangan produk. Ke menjelaskan bahwa perusahaan sedang merancang mobil yang lebih sesuai dengan karakter konsumen Indonesia melalui aktivitas seperti Car Clinic, yakni forum untuk menampilkan produk masa depan dan mengumpulkan penilaian dari berbagai pasar.
Dalam kegiatan itu, Jetour memberi kesempatan kepada jurnalis dari berbagai negara untuk melihat langsung model yang masih dikembangkan. Mereka diminta menilai kelebihan dan kekurangan mobil tersebut dari sudut pandang selera pasar masing-masing negara.
Purwarupa yang Jadi Sorotan
Salah satu model yang disebut punya potensi adalah purwarupa Jetour TX. Unit ini dipamerkan di Beijing Auto Show 2026, meski spesifikasi teknis lengkapnya belum diumumkan.
Dari sisi tampilan, Jetour TX membawa pendekatan desain yang berbeda dibanding X20e dan X50e yang pernah diperkenalkan sebelumnya. Kesannya lebih modern, dengan garis bodi elegan dan pilihan warna matte yang menonjolkan nuansa futuristis.
Jejak Awal Jetour di Kendaraan Listrik
Sebelum membahas rencana mobil listrik murni, Jetour sempat memperkenalkan dua model EV ke Indonesia sebagai langkah awal perkenalan, yaitu X20e dan X50e. Kehadiran dua model itu menunjukkan bahwa Jetour sudah lebih dulu membaca potensi elektrifikasi di pasar nasional.
Meski begitu, langkah berikutnya tampaknya tidak akan berhenti pada pengenalan semata. Perusahaan kini mencari format kendaraan listrik yang lebih ringkas dan lebih relevan bagi pembeli Indonesia, sesuai hasil pengamatan langsung di lapangan.
Arah Elektrifikasi Jetour di Indonesia
Di tahap ini, Jetour masih menempatkan mobil bensin sebagai tulang punggung penjualan di Indonesia. Dashing, X70 Plus, dan T2 tetap menjadi model yang dipasarkan, sementara T2 PHEV diproyeksikan hadir dalam waktu dekat tahun ini.
Di sisi lain, arah pengembangan jangka panjang justru mengarah ke kendaraan listrik murni yang lebih kecil. Jika studi pasar Jetour menemukan format yang tepat, segmen EV kompak bisa menjadi pintu masuk penting untuk memperluas penawaran Jetour di Indonesia.









