
Pemerintah menargetkan Indonesia memiliki 192.251 SPKLU pada 2034 untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik yang terus meningkat. Target ini disusun agar pengguna mobil listrik punya akses pengisian daya yang lebih merata dan tidak lagi khawatir saat melakukan perjalanan jauh.
Hingga Februari 2026, jumlah SPKLU di Indonesia baru sekitar 4 ribuan unit dan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Di sisi lain, populasi mobil listrik sudah mencapai 119 ribuan unit, belum termasuk kendaraan komersial yang jumlahnya berada di kisaran 530-an unit.
Dorongan membangun infrastruktur pengisian
Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM, Trois Dilisusendi, menilai jumlah SPKLU saat ini belum sebanding dengan perkembangan kendaraan listrik di jalan. Ia menyebut, sebagian pemilik memang bisa mengisi daya di rumah, tetapi keberadaan SPKLU yang tersebar luas tetap penting untuk memberi rasa aman saat berkendara jarak jauh.
Trois menegaskan bahwa penguatan ekosistem kendaraan listrik harus dimulai dari infrastrukturnya. Karena itu, pemerintah mendorong penambahan SPKLU secara besar-besaran dalam beberapa tahun ke depan agar layanan pengisian daya tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.
Target bertahap hingga 2034
Berdasarkan Kepmen ESDM No. 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, Indonesia ditargetkan memiliki 9.633 SPKLU pada tahun ini. Setelah itu, jumlahnya diproyeksikan naik menjadi 62.918 unit pada 2030 dan mencapai 192.251 unit pada 2034.
Lonjakan target itu menunjukkan besarnya kebutuhan infrastruktur pendukung kendaraan listrik di masa depan. Pemerintah melihat pertumbuhan mobil listrik bergerak lebih cepat daripada pembangunan titik pengisian, sehingga pengejaran kapasitas menjadi penting agar layanan tidak tertinggal.
Dampak bagi perjalanan antarkota
Trois menyebut, saat infrastruktur pengisian daya sudah semakin lengkap, perjalanan seperti Jakarta ke Bali dinilai akan lebih aman bagi pengguna mobil listrik. Pernyataan itu menggambarkan fokus pemerintah pada perjalanan jarak jauh yang selama ini masih menjadi salah satu kekhawatiran utama pemilik kendaraan listrik.
Ketersediaan SPKLU di banyak titik juga dipandang penting meski pengisian di rumah tetap menjadi opsi bagi sebagian pengguna. Dengan jaringan yang lebih luas, kendaraan listrik bisa dipakai lebih fleksibel tanpa bergantung pada lokasi tertentu.
Proyeksi kendaraan listrik ikut naik
Pada 2034, ketika jumlah SPKLU ditargetkan mencapai 192 ribuan titik, populasi mobil listrik diperkirakan menembus 2,8 jutaan unit. Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur akan terus tumbuh seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Meski begitu, pemerintah menegaskan angka-angka tersebut masih berupa rencana. Realisasinya bisa bergerak lebih rendah atau lebih tinggi, tergantung kondisi pasar dan seberapa besar permintaan kendaraan listrik dalam beberapa tahun mendatang.
Source: oto.detik.com








