Di China Cuma Rp 200 Jutaan, Wuling Darion EV Ternyata Lebih Mahal dari PHEV

Wuling Darion menarik perhatian karena menjadi MPV pertama di Indonesia yang hadir dalam dua pilihan elektrifikasi sekaligus, yakni EV dan PHEV. Saat ditemui di Beijing Auto Show 2026, model ini juga terlihat dipajang di booth SGMW dengan nama Darion yang sama seperti di pasar Indonesia.

Unit yang dipamerkan di ajang itu merupakan produksi China, bukan hasil produksi Indonesia. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh salah satu wiraniaga Wuling di lokasi pameran.

Perbedaan paling mencolok justru muncul dari harga. Di China, Darion EV disebut dibanderol 110.000 RMB, sedangkan Darion PHEV berada di bawah 100.000 RMB.

Dengan patokan kurs saat ini, harga Darion EV di China berada di kisaran Rp 240 jutaan. Sementara itu, Darion PHEV berada di bawah Rp 220 jutaan, sehingga varian plug-in hybrid justru lebih murah dibanding versi listrik murni.

Harga Darion di China dan Indonesia Berbeda Arah

Pola harga itu berlawanan dengan yang berlaku di Indonesia. Di Tanah Air, Darion EV justru dipasarkan lebih rendah dibanding Darion PHEV.

Mengutip situs resmi Wuling per April, Darion EV tipe CE dijual mulai Rp 399 juta. Varian EX dibanderol Rp 459 juta, sehingga posisi EV tampil sebagai opsi yang lebih terjangkau di Indonesia.

Sebaliknya, Darion PHEV dipasarkan pada level harga yang lebih tinggi. Tipe CE dibuka sekitar Rp 449 juta, sedangkan varian EX mencapai Rp 499 juta.

Alasan Perbedaan Harga di China

Wiraniaga Wuling di lokasi pameran tidak menjelaskan alasan pasti mengapa Darion EV lebih mahal daripada PHEV di China. Namun ia menilai kondisi penggunaan kendaraan listrik di negara itu ikut memengaruhi struktur harga.

“Versi EV punya charger, dan elektrifikasi di China itu lebih murah daripada bensin,” ujarnya saat ditemui di lokasi pameran. Ia menambahkan bahwa pemakaian EV bisa memberi penghematan dalam jangka panjang saat pengisian daya.

Untuk PHEV, biaya operasional tetap terkait dengan penggunaan bahan bakar. Menurut wiraniaga tersebut, hal itu menjadi salah satu alasan mengapa PHEV bisa terlihat lebih murah pada harga awal di China, meski tetap membutuhkan bensin saat digunakan.

Posisi Darion di Tengah Pasar MPV Elektrifikasi

Kemunculan Darion di Beijing menunjukkan bahwa Wuling menyiapkan kendaraan ini untuk pasar yang menuntut efisiensi dan pilihan teknologi yang beragam. Kehadiran dua opsi elektrifikasi sekaligus juga menegaskan strategi Wuling dalam merespons pergeseran minat konsumen ke kendaraan rendah emisi.

Di Indonesia, Darion sendiri hadir sebagai MPV yang mencoba menjembatani kebutuhan praktis keluarga dengan teknologi elektrifikasi. Dua pilihan yang ditawarkan memberi konsumen ruang untuk memilih antara karakter EV dan PHEV sesuai kebutuhan penggunaan harian.

Perbedaan harga antara China dan Indonesia memperlihatkan bahwa strategi pasar tidak selalu sama di setiap negara. Pada Darion, EV bisa menjadi opsi yang lebih mahal di China, tetapi justru menjadi pilihan yang lebih murah di Indonesia, sementara PHEV bergerak dengan pola sebaliknya.

Source: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button