Changan Automobile tampil agresif di ajang Auto China 2026, Beijing, lewat pengumuman strategi Vast Ocean Plan 2.0. Fokusnya bukan lagi sekadar mengekspor mobil, tetapi membangun ekosistem global yang lebih selaras dengan kebutuhan pasar lokal di berbagai negara.
Arah baru itu menunjukkan perubahan besar dalam cara Changan melihat bisnis internasional. Dari pola ekspor tradisional, perusahaan kini mendorong operasi yang lebih terintegrasi, mulai dari pengembangan produk hingga layanan yang menyesuaikan karakter tiap pasar.
Target Global yang Lebih Besar
Langkah ini tidak muncul tanpa dasar. Sepanjang 2025, Changan membukukan penjualan luar negeri sebanyak 637.000 unit, naik hampir 19 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pencapaian itu menjadi pijakan untuk target yang jauh lebih ambisius. Changan kini membidik penjualan internasional 1,5 juta unit pada 2030, dengan jangkauan yang sudah meliputi 118 negara dan 22 basis produksi.
Asia Tenggara Jadi Kawasan Penting
Di Asia Tenggara, Changan menargetkan masuk lima besar. Untuk mencapai itu, perusahaan tidak ingin hanya sekadar hadir, tetapi juga mengakar melalui lokalisasi yang lebih kuat.
Pendekatan itu mencakup riset, pengembangan, hingga layanan purna jual yang lebih responsif. Dalam konteks Indonesia, peluang kolaborasi dengan Indomobil Group menjadi salah satu fokus yang mendapat perhatian.
BlueCore Hybrid Jadi Sorotan Utama
Di area pameran, teknologi BlueCore Hybrid generasi terbaru menjadi pusat perhatian. Sistem ini dibangun di atas arsitektur iDE-H yang menggabungkan mesin pembakaran internal dengan sistem kelistrikan cerdas berbasis AI.
Pada model EADO generasi keempat, Changan menyebut konsumsi bahan bakarnya bisa ditekan hingga rata-rata 3,87 liter per 100 km. Angka itu menunjukkan arah pengembangan kendaraan yang mengejar efisiensi tanpa mengorbankan performa.
Teknologi tersebut juga diklaim mampu membawa mobil menempuh jarak hingga 1.500 km dalam satu kali pengisian penuh. Changan menyebut kombinasi mesin injeksi langsung bertekanan tinggi 500 bar dan manajemen energi pintar sebagai kunci capaian tersebut.
Uji Ketahanan dan Ragam Produk
Selain efisien, sisi ketahanan juga ditonjolkan. Changan menyatakan sistem itu sudah diuji sejauh 2 juta kilometer untuk memastikan kestabilan performa di berbagai kondisi ekstrem.
Pameran Changan tidak berhenti pada teknologi hybrid. Robovan, kendaraan logistik otonom tanpa awak untuk pengiriman jarak dekat, ikut dipamerkan sebagai bagian dari arah mobilitas masa depan.
Di lini premium, merek AVATR dan DEEPAL juga tampil dengan desain futuristik serta teknologi REEV. Sistem ini memadukan keunggulan motor listrik dengan fleksibilitas mesin bensin untuk memberi opsi yang lebih luas bagi konsumen.
Implikasi untuk Pasar Indonesia
Bagi pasar Indonesia, arah ekspansi Changan bisa membuka peluang yang lebih besar dari sekadar penjualan unit. Sinergi dengan Indomobil Group diproyeksikan ikut memperkuat infrastruktur pendukung dan layanan purna jual agar kehadiran merek ini lebih siap bersaing.
Dengan strategi global yang lebih rapi dan portofolio teknologi yang beragam, Changan mencoba memperkuat posisinya sebagai pemain otomotif yang tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga menawarkan ekosistem mobilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar masing-masing negara.
Source: carvaganza.com






