Dari Vacuum Ke Supercar Roket, Dreame Nekat Tembus Batas Mobil Listrik

Dreame Technology, produsen alat pembersih pintar asal China yang dikenal lewat robot vacuum, kini menarik perhatian pasar otomotif lewat supercar listrik konsep yang dibawa ke Amerika Serikat. Model bernama Nebula Next 01 Jet Edition itu diperkenalkan di San Francisco dan menjadi penanda ambisi perusahaan untuk masuk lebih dalam ke industri kendaraan listrik.

Mobil konsep ini bukan sekadar menonjolkan desain futuristis, tetapi juga membawa klaim performa ekstrem. Dreame menyebut kendaraan listrik penuh ini mampu melaju dari 0 ke 100 km/jam dalam 0,9 detik, angka yang jauh melampaui batas traksi ban mobil saat ini.

Dorong ambisi otomotif dengan teknologi roket

Salah satu fitur paling mencolok pada Nebula Next 01 Jet Edition adalah sepasang pendorong roket solid kustom. Dreame mengatakan sistem propulsinya memiliki respons 150 milidetik dan mampu menghasilkan dorongan maksimum 100 kilonewton.

Pabrikan menyebut teknologi itu dirancang untuk “menembus batas fisik rekayasa otomotif tradisional”. Klaim tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Dreame ingin menempatkan supercar konsepnya di kelas ekstrem, bukan sekadar menyaingi mobil sport listrik biasa.

Performa itu juga menjadi pengembangan dari konsep awal Nebula Next 01 yang sebelumnya diperkenalkan di ajang CES. Saat itu, Dreame menyasar segmen sport car mewah papan atas, termasuk pembanding seperti Bugatti Veyron.

Langkah cepat masuk pasar mobil listrik

Dreame memperlihatkan kecepatan ekspansi yang agresif dalam rencana otomotifnya. Perusahaan menargetkan produksi massal supercar ini pada 2027, meski rincian produksi final belum diungkap secara lengkap.

Sebelumnya, Dreame telah mengumumkan kemitraan dengan BNP Paribas dan rencana membangun pabrik mobil di pinggiran Berlin, Jerman. Rangkaian langkah itu memperlihatkan bahwa perusahaan tidak hanya ingin tampil di level konsep, tetapi juga membangun fondasi industri untuk produksi kendaraan.

Masuknya Dreame ke otomotif juga tergolong tidak biasa di China, karena persaingan kendaraan listrik di negara itu sangat ketat. Dreame resmi mengumumkan langkah ke bisnis mobil pada Agustus 2025, menjadikannya salah satu pemain baru yang mencoba menembus pasar premium.

Baterai solid-state dan kemampuan AI

Selain performa, Dreame juga menonjolkan teknologi energi baru pada acara tersebut. Perusahaan memperkenalkan baterai solid-state berbasis sulfida dengan densitas energi sel tunggal lebih dari 450 Wh/kg.

Dreame mengatakan baterai solid-state berkapasitas 60Ah itu sudah memasuki tahap persiapan produksi massal. Dalam uji laboratorium, baterai ini diklaim menggandakan kapasitas penyimpanan energi dan lolos pengujian keselamatan seperti penusukan paku serta penghancuran.

Di sisi lain, Dreame mencoba mengaitkan mobil konsep ini dengan ekosistem kecerdasan buatan. Perusahaan menyebut gagasan “AI-Defined Vehicles” sebagai pendekatan baru untuk kendaraan masa depan.

Fokus ke kabin pintar dan otonomi

Untuk mendukung fitur berkendara cerdas, Dreame memasang high-resolution DHX1 automotive LiDAR pada mobilnya. Perangkat ini ditujukan untuk membantu fungsi berkendara otonom tingkat lanjut.

Pada bagian kabin, Dreame memperkenalkan Metis intelligent agent yang dibangun di atas deployment large model di sisi perangkat. Sistem ini dirancang agar mobil bisa menjadi pusat kendali yang terhubung mulus dengan perangkat rumah pintar dan robot.

Kombinasi antara teknologi roket, baterai solid-state, LiDAR, dan AI membuat Nebula Next 01 Jet Edition tampil sebagai ajang unjuk kemampuan teknologi Dreame. Di saat pasar masih menunggu detail produksi massal yang lebih konkret, perusahaan tampak ingin lebih dulu membangun citra merek otomotif premium lewat pendekatan yang sangat ekstrem dan berbeda dari pemain baru lainnya.

Exit mobile version