ICE Masih Menguasai Pasar, Hybrid Dan PHEV Mulai Jadi Jalan Tengah Elektrifikasi

Pasar mobil elektrifikasi di Indonesia bergerak ke arah yang lebih beragam, tetapi mesin bensin dan diesel masih memegang porsi terbesar. Data yang disampaikan CEO GAC Indonesia Andri Ciu menunjukkan bahwa hingga akhir 2025, segmen mobil penumpang di Indonesia masih didominasi kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE.

Andri menyebut pasar passenger car berada di kisaran 650.000 unit, dengan lebih dari 500.000 unit masih berasal dari ICE. Di sisi lain, kendaraan listrik murni atau EV mulai meningkat dan mencapai sekitar 17 persen, setara kurang lebih 100.000 unit.

ICE masih jadi penopang utama pasar

Meski tren elektrifikasi terus bergerak naik, dominasi ICE belum mudah tergeser. Andri menegaskan bahwa porsi ICE memang terus menurun, tetapi segmen ini tetap memegang peran besar dalam pasar otomotif nasional.

Kondisi itu menunjukkan transisi energi di sektor otomotif Indonesia belum berlangsung secara penuh. Pada saat yang sama, ruang untuk teknologi elektrifikasi lain masih terbuka lebar, terutama pada kategori hybrid dan PHEV.

Hybrid dan PHEV diposisikan sebagai jembatan

Menurut Andri, porsi mobil hybrid dan PHEV memang belum besar jika dibandingkan ICE maupun EV. Namun, GAC melihat dua teknologi ini punya peran strategis untuk mempercepat penerimaan masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi.

Pendekatan bertahap dianggap penting karena masih ada konsumen yang menyimpan kekhawatiran terhadap kendaraan listrik murni. Dalam konteks itu, hybrid dan PHEV dapat menjadi pilihan transisi yang lebih mudah diterima karena memadukan mesin konvensional dengan teknologi elektrifikasi.

“Teknologi hybrid dan PHEV ini berperan sebagai jembatan untuk mempercepat penerimaan masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi,” ujar Andry. Ia juga menegaskan bahwa elektrifikasi perlu didorong lewat langkah bertahap agar konsumen mendapat rasa aman sebelum beralih lebih jauh.

Tren penjualan mulai bergerak

Dari sisi pasar, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menunjukkan bahwa segmen hybrid mencatat kenaikan sepanjang 2025. Penjualan mobil hybrid mencapai 65.943 unit, naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 59.903 unit.

Pergerakan itu memperlihatkan bahwa teknologi hybrid mulai mendapat tempat di pasar domestik. Meski volumenya belum mendekati ICE, pertumbuhan ini menunjukkan adanya minat konsumen terhadap kendaraan yang lebih efisien namun masih memberi kepraktisan penggunaan harian.

PHEV tumbuh cepat dari basis kecil

Segmen PHEV masih berada di level yang jauh lebih kecil, tetapi lonjakannya sangat besar. Sepanjang 2025, penjualan wholesales mobil PHEV tercatat 5.270 unit, naik 3.775 persen dibandingkan 2024 yang hanya 136 unit.

Kenaikan tajam tersebut menandakan pasar mulai membuka diri terhadap teknologi yang menawarkan jarak tempuh elektrifikasi lebih jauh dengan dukungan mesin bensin. Meski basisnya kecil, pertumbuhan PHEV memberi sinyal bahwa konsumen mulai melirik opsi elektrifikasi yang lebih fleksibel.

Arah pasar masih bertahap

Jika dilihat dari komposisi keseluruhan, pasar otomotif Indonesia masih berada dalam fase transisi. ICE tetap dominan, EV terus naik, sementara hybrid dan PHEV bergerak sebagai penghubung di tengah perubahan preferensi konsumen.

Bagi industri, kondisi ini menunjukkan strategi elektrifikasi tidak bisa hanya bertumpu pada satu teknologi. Hybrid dan PHEV masih punya ruang untuk tumbuh karena keduanya menjawab kebutuhan konsumen yang ingin beralih ke mobil elektrifikasi tanpa langsung meninggalkan sistem penggerak konvensional sepenuhnya.

Source: otomotif.kompas.com
Exit mobile version