Chery kembali menarik perhatian lewat kemunculan Tiggo V, model yang sebelumnya sempat tampil sebagai konsep T1TP. Wujud barunya belum masuk jalur penjualan, tetapi kemunculan ini memberi gambaran kuat soal arah pengembangan produk Chery ke depan.
Nama Tiggo V juga memunculkan pertanyaan apakah model ini akan menjadi versi produksi dari T1TP. Dari informasi yang tersedia, mobil ini masih sebatas diperkenalkan ke publik dan belum dijual, sehingga statusnya tetap berada di tahap pengenalan awal.
Tegaskan identitas baru dari T1TP
Saat pertama kali tampil, T1TP diposisikan sebagai salah satu produk terbaru Chery untuk pasar. Desainnya terlihat lebih berani dibandingkan model SUV Chery yang selama ini beredar, bahkan disebut tampil lebih gahar dari Tiggo 9.
Setelah beberapa bulan, model tersebut muncul lagi dengan nama Tiggo V. Perubahan nama ini membuat publik menaruh perhatian lebih besar karena ada indikasi kuat bahwa Chery sedang menyiapkan arah produksi yang lebih matang untuk model konsep itu.
Huruf “V” pada nama Tiggo V memiliki makna yang jelas. Chery memakainya untuk mewakili “Versatility, Value, and Victory”, tiga kata yang menggambarkan karakter kendaraan serbaguna, bernilai tinggi, dan membawa kemenangan.
Gabungan SUV, MPV, dan pickup dalam satu model
Daya tarik utama Tiggo V ada pada konsep tiga fungsi kendaraan dalam satu paket. Model ini menggabungkan karakter SUV, MPV, dan pickup tanpa harus mengorbankan kenyamanan berkendara.
Karakter SUV terlihat dari desain bodinya yang gagah dan tetap membawa bahasa desain khas Tiggo series. Tampilan ini membuat Tiggo V tetap terasa sebagai bagian dari keluarga SUV Chery yang selama ini dikenal punya bahasa desain cukup tegas.
Dari sisi MPV, Tiggo V dirancang untuk membawa lebih banyak penumpang. Mobil ini hadir sebagai 7-seater, dengan opsi captain seat yang bisa memberi nuansa lebih nyaman untuk penggunaan keluarga.
Sementara itu, unsur pickup terlihat dari kemampuan membawa banyak barang bawaan. Bagasi yang lapang menjadi salah satu poin penting, terutama bagi pengguna yang membutuhkan ruang ekstra untuk barang dalam aktivitas harian maupun perjalanan jauh.
Teknologi CSH ikut disematkan
Selain desain dan konsep kabin, Tiggo V juga disebut akan memakai teknologi CSH. Sistem ini merupakan teknologi PHEV yang ditujukan untuk membantu efisiensi bahan bakar.
Penerapan teknologi tersebut bukan hal baru bagi Chery. Beberapa model yang sudah memakai CSH antara lain Tiggo Cross, Tiggo 8, dan Tiggo 9, termasuk model yang dipasarkan di Indonesia.
Artikel referensi juga menyorot Tiggo 8 CSH sebagai mobil PHEV terlaris tahun lalu. Fakta ini menunjukkan bahwa teknologi CSH sudah punya tempat di pasar dan bisa menjadi salah satu nilai jual penting bila Tiggo V benar-benar masuk jalur produksi.
Masih jauh dari jadwal jual
Meski tampilannya menarik dan konsepnya terasa unik, Tiggo V belum dipastikan masuk pasar dalam waktu dekat. Informasi yang tersedia justru menunjukkan bahwa Chery masih membutuhkan waktu untuk membawa model ini ke Indonesia.
Kondisi tersebut membuat Tiggo V masih lebih cocok dipandang sebagai sinyal arah pengembangan produk ketimbang calon model yang segera hadir di diler. Kehadirannya tetap penting karena menunjukkan bahwa Chery terus mencari formula baru untuk menggabungkan fungsi, efisiensi, dan fleksibilitas dalam satu kendaraan.
Dengan kombinasi desain SUV yang kuat, format kabin keluarga, serta kemampuan membawa barang yang lebih besar, Tiggo V punya posisi yang berbeda dari model Tiggo lain. Namun selama status resminya belum mengarah ke penjualan, publik masih harus menunggu perkembangan berikutnya dari Chery terkait kemungkinan versi produksi T1TP ini.
