Insiden taksi listrik VinFast VF e34 di Bekasi Timur memicu pertanyaan yang lebih luas tentang apa yang terjadi ketika mobil listrik kehabisan daya. Dari kasus itu, muncul satu hal penting yang sering luput diperhatikan: bukan hanya taksi VinFast, tetapi hampir semua mobil listrik bisa terkunci saat suplai listriknya habis.
Situasi seperti ini terjadi karena mobil listrik modern bergantung pada sistem elektronik untuk memindahkan posisi transmisi. Saat daya hilang, kendaraan bisa tetap berada dalam kondisi terkunci dan tidak mudah digeser, meski tampak seperti hanya “mogok biasa”.
Mengapa mobil listrik bisa terkunci
Berbeda dari mobil bermesin bensin atau diesel, mobil listrik tidak memakai tuas transmisi mekanis seperti pada mobil konvensional. Kendaraan ini mengandalkan electronic shifter untuk mengatur perpindahan posisi gigi, termasuk ketika ingin memindahkan transmisi ke netral.
Pendiri EV Safe sekaligus dosen di National Battery Research Institute, Mahaendra Gofar, menjelaskan bahwa sistem ini memang sudah menjadi standar pada mobil listrik modern. “Semua mobil listrik menggunakan electronic shifter karena tidak memiliki gearbox fisik seperti mobil ICE,” ujarnya kepada Kompas.com.
Artinya, selama sistem listrik masih bekerja, perpindahan posisi transmisi bisa dilakukan. Namun ketika pasokan listrik terputus, sistem itu tidak lagi menerima perintah untuk membuka penguncian.
Aki 12 volt juga jadi faktor penting
Banyak orang mengira mobil listrik hanya bergantung pada baterai utama berkapasitas besar. Padahal, aki 12 volt tetap punya peran penting dalam mengaktifkan sistem elektronik kendaraan, termasuk untuk membuka penguncian transmisi.
Jika aki 12 volt melemah atau habis, mobil bisa gagal merespons perintah, termasuk saat ingin dipindahkan ke posisi netral. Dalam kondisi seperti itu, kendaraan tidak bisa langsung didorong karena sistem tetap terkunci.
Mahaendra menegaskan, “Tanpa power, tidak ada cara cepat untuk melepas penguncian ke posisi netral agar mobil bisa dipindahkan.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan hanya soal baterai traksi, tetapi juga suplai daya pendukung yang menjaga fungsi kontrol elektronik.
Evakuasi butuh langkah tambahan
Ketika mobil listrik mogok karena habis daya, penanganannya tidak selalu sesederhana mendorong kendaraan ke tempat aman. Petugas biasanya perlu memberi suplai daya sementara agar sistem bisa kembali merespons, setidaknya untuk membuka posisi netral.
Salah satu cara yang umum dipakai adalah jump starter atau jump pack. Menurut Mahaendra, bila aki 12V soak, petugas biasanya mencoba jump start terlebih dahulu. Walaupun mobil belum tentu langsung menyala, langkah itu bisa memberi peluang bagi sistem untuk di-shift ke netral.
Prosedur seperti ini disebut sudah menjadi standar di berbagai negara. Karena itu, kendaraan derek umumnya dibekali perangkat jump pack untuk menghadapi mobil listrik yang terkunci akibat kehilangan daya.
Bukan masalah satu merek saja
Kasus di Bekasi Timur memang menarik perhatian karena melibatkan taksi listrik VinFast VF e34. Namun karakter semacam ini tidak hanya melekat pada satu model atau merek tertentu, sebab sistem electronic shifter digunakan luas pada kendaraan listrik modern.
Dengan kata lain, mobil listrik mana pun berpotensi mengalami kondisi serupa jika suplai dayanya terputus. Situasi ini menjadi pengingat bahwa kendaraan listrik punya pola gangguan yang berbeda dari mobil konvensional, terutama saat sistem elektroniknya tidak lagi mendapat pasokan tenaga.
Mahaendra juga mengingatkan bahwa setiap insiden tetap harus dilihat secara utuh. Faktor kondisi kendaraan, lingkungan tempat kejadian, dan cara penanganan di lokasi perlu diperiksa lebih dulu sebelum menarik kesimpulan teknis yang lebih jauh.
Source: otomotif.kompas.com






