Xiaomi semakin serius membangun posisinya di industri mobil listrik dengan membuka pusat riset dan pengembangan atau R&D di Munich, Jerman. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan asal Tiongkok itu tidak hanya ingin bersaing lewat produk, tetapi juga lewat kemampuan rekayasa dan pengembangan teknologi otomotif kelas atas.
Fasilitas baru di Eropa itu juga menegaskan arah strategi Xiaomi Auto yang makin agresif. Di saat pasar kendaraan listrik global terus kompetitif, Xiaomi memilih masuk lebih dalam ke jantung industri otomotif Jerman dengan menggandeng para insinyur berpengalaman dari merek premium Eropa.
Munich jadi basis baru pengembangan Xiaomi
Pusat R&D Xiaomi di Munich dipimpin Rudolf Dittrich, sosok yang disebut pernah terlibat dalam pengembangan BMW M4 GT3. Keputusan menempatkan figur dengan latar belakang motorsport dan performa tinggi itu memberi sinyal bahwa Xiaomi ingin memperkuat sisi dinamika berkendara, bukan sekadar tampilan atau fitur digital.
Nama lain yang ikut mengisi tim adalah Klaus Dieter Groll, yang memiliki pengalaman menangani dinamika kendaraan di berbagai model BMW. Portofolionya mencakup Seri 3, Seri 4, hingga SUV X5 dan X7, sehingga kehadirannya dapat membantu Xiaomi memperhalus karakter mobil listrik yang dikembangkan untuk pasar yang lebih menuntut.
Selain dua nama tersebut, Xiaomi juga menarik talenta dari Porsche, Lamborghini, dan Mercedes-Benz. Perekrutan ini memperlihatkan bahwa Xiaomi membangun tim dengan kombinasi pengalaman dari mobil performa tinggi, kendaraan mewah, dan teknologi otomotif modern.
Fokus ke performa dan teknologi baru
Tim R&D di Munich disebut akan memusatkan kerja pada pengembangan kendaraan performa tinggi dan teknologi inovatif. Arah ini penting karena mobil listrik kini tidak lagi dinilai hanya dari jarak tempuh atau efisiensi, tetapi juga dari rasa berkendara, kestabilan, dan kemampuan mobil menampilkan karakter yang kuat.
Salah satu model yang akan mendapat sentuhan langsung dari pusat riset itu adalah Xiaomi YU7 GT. Model tersebut disebut sudah dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat, sehingga keberadaan pusat pengembangan di Eropa bisa menjadi ruang untuk menyempurnakan detail teknis sebelum mobil dipasarkan lebih luas.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa Xiaomi ingin menggabungkan kekuatan teknologi konsumen yang selama ini menjadi identitasnya dengan pendekatan otomotif yang lebih matang. Di pasar kendaraan listrik, kemampuan mengolah data, software, dan hardware menjadi satu paket yang konsisten sering menjadi pembeda antara pemain baru dan pabrikan mapan.
Target besar Xiaomi di pasar global
Ekspansi ke Munich bukan langkah yang berdiri sendiri. Xiaomi diketahui menargetkan masuk ke pasar mobil listrik Eropa pada 2027, sekaligus membidik profitabilitas bisnis otomotif pada paruh kedua 2026. Target itu menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar eksistensi, tetapi juga ingin membawa unit otomotifnya menuju fase bisnis yang lebih stabil.
Dalam konteks itu, perekrutan insinyur dari BMW, Porsche, Lamborghini, dan Mercedes-Benz menjadi strategi yang masuk akal. Xiaomi tampaknya ingin mempercepat kurva pembelajaran dengan memanfaatkan pengalaman orang-orang yang sudah lama bekerja di industri otomotif premium.
Sebelumnya, Xiaomi juga dikabarkan merekrut mantan petinggi Tesla China untuk memperkuat bisnis otomotifnya. Media Tiongkok melaporkan bahwa Kong Yanshuang, eks General Manager Tesla China, ditunjuk untuk memimpin penjualan mobil di divisi Xiaomi Auto.
Kong disebut bergabung sejak awal Maret dan masih dalam masa transisi sebelum mengambil alih tanggung jawab penjualan yang sebelumnya dipegang Li Xiaorui, Direktur Xiaomi Auto. Di Tesla, Kong pernah memegang peran penting di wilayah China Selatan dan kemudian level regional China.
Ia juga terlibat dalam perluasan jaringan penjualan dan layanan ke kota-kota seperti Guangzhou dan Shenzhen, termasuk pasar di kota tier bawah. Pola rekrutmen seperti ini memperlihatkan bahwa Xiaomi tidak hanya membangun mobil, tetapi juga menyiapkan fondasi bisnis otomotif yang mencakup pengembangan produk, strategi penjualan, dan posisi merek di pasar global.
Source: www.liputan6.com






