Barcode MyPertamina Hilang, Pertamina Minta Pemilik Kendaraan Registrasi Ulang

PT Pertamina (Persero) meminta pemilik kendaraan yang kehilangan barcode MyPertamina untuk segera melakukan registrasi ulang melalui situs resmi atau aplikasi. Langkah ini diperlukan agar akses pembelian BBM subsidi jenis Solar dan Pertalite tetap bisa dipakai sesuai data kendaraan yang sudah terverifikasi.

Permintaan itu juga menyasar pengguna kendaraan bermesin diesel yang belakangan mengeluhkan data kepesertaan mereka hilang dari sistem. Pertamina mengarahkan pemilik kendaraan untuk kembali mendaftarkan identitas kendaraannya di laman subsiditepat.mypertamina.id agar proses verifikasi bisa berjalan lagi.

Pemutakhiran data untuk penyaluran tepat sasaran

Pertamina menjelaskan bahwa penghapusan data bukan dilakukan tanpa alasan. Langkah tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan sistem informasi konsumen yang sedang diperbarui untuk memperketat pengawasan penyaluran energi bersubsidi di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam keterangannya di Instagram pertamina.135, perusahaan menyebut proses ini bertujuan memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran kepada pengguna yang berhak. Karena itu, pemilik barcode yang hilang diminta tidak menunda pendaftaran ulang agar akses transaksi di SPBU tidak terkendala lebih lama.

Registrasi ulang menjadi penting karena barcode MyPertamina berfungsi sebagai identitas transaksi yang sah saat membeli BBM subsidi. Tanpa data yang aktif di sistem, proses verifikasi di lapangan dapat terganggu dan pembelian BBM subsidi bisa terhambat.

Masa verifikasi setelah pendaftaran

Setelah pendaftaran Subsidi Tepat dilakukan, pemohon tidak langsung mendapatkan persetujuan otomatis. Pertamina menyampaikan bahwa pengguna perlu menunggu proses pencocokan data yang dilakukan tim internal perusahaan terlebih dahulu.

Perusahaan menyebut waktu verifikasi dapat memakan waktu maksimal 14 hari kerja sejak dokumen diterima sistem. Perhitungan ini tidak termasuk Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, sehingga pemohon perlu memperhitungkan jadwal tersebut saat menunggu hasil pemeriksaan.

Selama masa verifikasi berlangsung, data kendaraan dan identitas pemilik akan dicocokkan kembali untuk memastikan kesesuaian dengan ketentuan pengguna BBM subsidi. Tahapan ini menjadi bagian dari pengawasan agar distribusi Pertalite dan Solar tetap mengarah pada konsumen yang memang berhak menerima.

Satu kendaraan, satu kode valid

Pertamina juga menjelaskan bahwa satu akun di platform Subsidi Tepat dapat mendaftarkan lebih dari satu unit kendaraan. Namun, setiap unit kendaraan hanya akan divalidasi dengan satu kode unik yang berlaku sebagai identitas transaksi resmi di sistem.

Sistem akan mengenali kode terbaru yang dikirimkan kepada pengguna sebagai kode yang sah. Ketentuan ini membuat pemilik kendaraan perlu memastikan data yang dimasukkan benar, terutama saat melakukan registrasi ulang setelah barcode lama hilang atau data sebelumnya tidak lagi tampil di sistem.

Pengguna juga diminta menjaga kerahasiaan kode dan data pribadi agar tidak disalahgunakan pihak lain. Perlindungan data menjadi penting karena barcode berhubungan langsung dengan akses pembelian BBM subsidi yang diatur melalui sistem verifikasi.

Jika transaksi BBM tidak sesuai

Pertamina menyarankan pengguna untuk melakukan pengaturan ulang apabila muncul kendala saat bertransaksi di SPBU. Salah satu masalah yang bisa terjadi adalah ketidaksesuaian jenis BBM, meski pengguna sudah memiliki kode valid di sistem.

Melalui fitur reset di situs resmi, pemilik kendaraan dapat memperbaiki kendala yang muncul agar data transaksi kembali sesuai. Langkah ini menjadi opsi lanjutan bagi pengguna yang sudah mendaftar ulang tetapi masih menghadapi hambatan saat membeli BBM subsidi.

Dengan adanya registrasi ulang, verifikasi bertahap, dan pengamanan kode transaksi, Pertamina berupaya menjaga agar penyaluran Solar dan Pertalite tetap terkendali. Pemilik barcode yang hilang karena data tidak muncul di sistem diminta segera memanfaatkan kanal resmi agar akses subsidi tidak terhenti lebih lama.

Terkait