Penjualan mobil bermesin konvensional di Indonesia terus tertekan seiring meningkatnya minat terhadap mobil listrik. Jika dulu pasar mobil berbahan bakar bensin dan diesel masih mampu menembus 1 juta unit dalam setahun, kini angkanya sudah jauh lebih rendah.
Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pergeseran pasar itu berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada saat yang sama, mobil listrik justru bergerak cepat dari segmen kecil menjadi salah satu penopang pertumbuhan penjualan kendaraan di Tanah Air.
Lonjakan mobil listrik mengubah peta pasar
Perubahan paling terlihat terjadi pada mobil listrik yang penjualannya semula sangat kecil. Pada 2021, total penjualan mobil listrik masih 687 unit, lalu melonjak tajam menjadi 10.327 unit pada 2022.
Kenaikan itu juga mengerek pangsa pasar mobil listrik dari 0,1 persen menjadi 1 persen. Pada periode yang sama, mobil elektrifikasi jenis hybrid masih lebih populer dan sama-sama mencatat porsi 1 persen dari total penjualan.
Mobil listrik terus naik, hybrid sempat lebih unggul
Tren kenaikan berlanjut pada 2023 saat penjualan mobil listrik mencapai 17.051 unit atau sekitar 1,7 persen dari pangsa pasar. Namun, angka itu masih jauh di bawah mobil hybrid yang membukukan penjualan 54.179 unit pada tahun yang sama.
Situasi mulai berubah lagi pada 2024 ketika mobil listrik makin mendekati mobil hybrid. Sepanjang tahun itu, mobil listrik terjual 43.188 unit atau 5 persen dari pasar, sedangkan mobil hybrid berada di 59.903 unit atau 6,9 persen.
Mobil listrik tembus lebih dari 100 ribu unit
Pada 2025, mobil listrik mencatat lompatan yang lebih besar. Penjualannya mencapai 103.931 unit, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian 2024, dan bahkan melampaui mobil hybrid yang ada di level 65.943 unit.
Naiknya minat terhadap mobil listrik disebut sejalan dengan hadirnya lebih banyak model baru dan harga yang lebih terjangkau. Kombinasi itu membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan, sementara pasar kendaraan elektrifikasi makin kompetitif.
Penjualan mobil konvensional terus turun
Di sisi lain, mobil bermesin konvensional justru bergerak ke arah sebaliknya. Setelah sempat menembus 1 juta unit pada 2022, penjualan mobil konvensional turun dalam tiga tahun berikutnya dan hanya tersisa 628.543 unit pada 2025.
Berikut catatan penjualan mobil bermesin konvensional dalam lima tahun terakhir:
- 2021: 883.997 unit
- 2022: 1.027.539 unit
- 2023: 934.444 unit
- 2024: 765.495 unit
- 2025: 628.543 unit
Pola ini menunjukkan bahwa pasar otomotif nasional sedang mengalami pergeseran yang nyata. Saat mobil listrik dan hybrid makin mendapat tempat, kendaraan bermesin konvensional menghadapi tekanan penjualan yang semakin besar dari tahun ke tahun.
Source: oto.detik.com






