MotoGP mulai menguji sistem radio helm terbaru yang dirancang untuk meningkatkan keamanan pebalap di lintasan. Uji coba ini dilakukan oleh Fabio Quartararo dari Monster Energy Yamaha dalam sesi tes resmi di Sirkuit Jerez, Spanyol, dan menjadi bagian dari upaya modernisasi keselamatan dalam ajang balap motor tertinggi itu.
Teknologi ini memberi Race Direction kemampuan untuk mengirim instruksi langsung kepada pebalap saat terjadi kondisi darurat atau situasi berbahaya. Dengan cara itu, peringatan bisa diterima lebih cepat tanpa harus menunggu informasi dari papan pit atau sinyal visual lain di lintasan.
Fokus pada peringatan cepat di lintasan
Sistem komunikasi digital tersebut diposisikan sebagai alat bantu untuk memperkecil risiko kecelakaan. Dalam balapan yang berlangsung pada kecepatan tinggi dan dengan jarak antar pebalap yang rapat, informasi singkat dari pusat kendali bisa sangat menentukan.
Penerapan radio helm juga menunjukkan arah baru MotoGP dalam memanfaatkan teknologi keselamatan. Langkah ini tidak hanya bertujuan mempermudah penyampaian instruksi, tetapi juga membantu Race Direction merespons perubahan kondisi lintasan secara lebih efisien.
Respons positif dari Quartararo
Quartararo menilai pengembangan sistem ini sudah menunjukkan kemajuan yang besar. Ia mengapresiasi inisiatif tersebut setelah merasakan langsung perangkatnya saat tes, meski tetap memberi catatan pada kualitas audio yang masih perlu diperbaiki.
“Sejujurnya, mereka telah membuat langkah besar,” ujar Fabio Quartararo. Ia menambahkan bahwa suara yang diterima belum sepenuhnya jernih karena masih tertutup kebisingan tinggi ketika motor melaju kencang.
Pebalap asal Prancis itu menilai tantangan utama sistem ini ada pada kejernihan suara. Menurutnya, perangkat sudah bisa dipakai untuk mendengar pesan, tetapi kualitas audionya masih belum cukup jelas untuk penggunaan reguler.
“Tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar (suara) terdengar benar-benar jernih. Karena saya bisa mendengar, tapi belum terlalu jelas,” kata Quartararo.
Perbedaan dengan uji sebelumnya
Pengujian terbaru ini juga membawa perubahan teknis dibanding percobaan sebelumnya. Jika tes lama memakai perangkat hantaran tulang, versi yang kini diuji mengandalkan sistem suara di dalam telinga.
Quartararo menyambut positif perubahan tersebut dan menganggap pendekatan baru ini lebih menjanjikan. Ia juga menyebut pengujian itu terasa menarik karena menjadi salah satu kesempatan awal MotoGP mencoba format komunikasi semacam ini di lintasan.
“Ini baru pertama atau kedua kalinya mereka melakukan tes. Tapi itu menyenangkan,” ucap Quartararo.
Arah pengembangan menuju 2027
Chief Sporting Officer Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, menjelaskan bahwa radio helm ini akan dipadukan dengan teknologi pemosisian GPS generasi terbaru. Integrasi itu dirancang agar sistem bisa mengenali posisi motor secara lebih akurat dan memberi peringatan yang sesuai dengan situasi di trek.
Ezpeleta memberi contoh, sistem dapat memberi tanda saat pebalap mendekati area dengan bendera kuning, hujan, atau permukaan licin. Peringatan itu akan muncul di trek lurus sebelum pebalap memasuki sektor bermasalah, sehingga respons bisa dilakukan lebih awal.
Dorna menargetkan implementasi penuh sistem tersebut mulai berjalan pada musim balap 2027. Hingga saat ini, fokus utama masih pada komunikasi satu arah dari pusat kendali agar pebalap tetap berkonsentrasi penuh saat berada di atas motor.
Meski begitu, Ezpeleta tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan lebih jauh. Komunikasi dua arah antara pebalap dan kru tim tetap menjadi opsi masa depan, mengikuti model yang sudah lama dikenal dalam Formula 1.







