Maxdecal Ajak Pasutri Touring Susuri Indonesia Timur, UMKM Kuliner Ikut Terangkat

Maxdecal memperluas dukungannya ke sektor ekonomi kreatif lewat program Maxdecal Foodie yang menggandeng Pasutri Touring. Kolaborasi ini menargetkan promosi UMKM kuliner di Indonesia Timur melalui perjalanan darat yang menggabungkan eksplorasi otomotif dan pencarian kuliner lokal.

Program ini menarik perhatian karena tidak berhenti pada aktivitas touring semata. Maxdecal menempatkan kendaraan sebagai media promosi lapangan untuk mengenalkan ragam makanan daerah sekaligus cerita di balik usaha kuliner setempat.

Fokus ke UMKM kuliner Indonesia Timur

Sinergi tersebut akan dijalankan bersama pasangan penjelajah Ricky Rinaldo dan Adriana Vonny Ramli, yang dikenal sebagai Pasutri Touring. Keduanya akan memusatkan perjalanan pada wilayah timur Indonesia, area yang dinilai menyimpan banyak potensi kuliner lokal.

Perjalanan itu dikemas dalam tajuk Maxdecal Journey to the East. Titik awalnya dimulai pada 25 April 2026 di Larantuka, Flores, sebagai pembuka rangkaian dokumentasi kuliner lokal yang akan mereka jalankan.

Menurut Project Director & RnD Maxdecal, Nofian Hendra, kerja sama ini lahir dari momentum yang bertepatan. Di satu sisi Pasutri Touring menyiapkan perjalanan besar, sementara di sisi lain Maxdecal baru meluncurkan program Maxdecal Foodie.

Nofian menilai kendaraan dapat menjadi medium promosi yang efektif di lapangan. Dengan pendekatan itu, kekayaan kuliner daerah bisa diperkenalkan secara langsung kepada publik melalui perjalanan yang menyentuh titik-titik usaha lokal.

Bukan sekadar perjalanan wisata

Konsep yang dibawa dalam program ini lebih luas daripada kunjungan biasa. Pasutri Touring dijadwalkan mendatangi pelaku usaha kuliner lokal, mencicipi produk mereka, lalu mendokumentasikan cerita inspiratif di balik setiap sajian.

Pola promosi semacam ini memberi ruang bagi UMKM untuk tampil melalui narasi yang lebih dekat dengan konsumen. Bukan hanya makanan yang ditampilkan, tetapi juga identitas daerah, proses usaha, dan nilai budaya yang melekat pada produk tersebut.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Ia menekankan bahwa kuliner bukan hanya komoditas, melainkan alat diplomasi budaya yang kuat bagi Indonesia.

Irene menilai makanan memiliki daya tarik yang universal. Dengan kekayaan rempah, rasa, dan cerita yang dimiliki kuliner Indonesia, program seperti Maxdecal Foodie diharapkan bisa membuka lebih banyak hidden gem kuliner lokal untuk dinikmati masyarakat luas.

Motor dijadikan sarana promosi bergerak

Untuk menunjang perjalanan di wilayah timur yang dikenal memiliki medan menantang dan cuaca panas, Maxdecal menyiapkan perlindungan khusus pada kendaraan yang digunakan. Motor Yamaha NMAX Turbo TechMax Ultimate milik peserta dibekali produk Maxdecal 9600 dan Paint Protection Film atau PPF.

Material tersebut disebut memiliki daya rekat tinggi dan ketahanan maksimal terhadap sinar UV. Fungsinya tidak hanya menjaga tampilan kendaraan, tetapi juga melindungi bodi motor dari paparan luar selama perjalanan berlangsung.

Aspek ini menjadi penting karena perjalanan promosi dilakukan langsung di berbagai titik kuliner. Kendaraan yang dipakai bukan hanya alat mobilitas, tetapi juga bagian dari identitas visual program di lapangan.

Maxdecal juga menyiapkan stiker eksklusif untuk setiap lokasi kuliner yang dikunjungi. Stiker ini akan menjadi penanda visual yang diharapkan dapat meningkatkan visibilitas brand dari UMKM lokal yang terlibat.

Strategi promosi yang menggabungkan otomotif dan kuliner

Kolaborasi ini menunjukkan pendekatan promosi yang tidak lazim, yakni mempertemukan industri otomotif dengan pengembangan UMKM kuliner. Maxdecal, yang dikenal sebagai pelopor stiker berkualitas untuk industri otomotif, memanfaatkan keahliannya untuk mendorong eksposur usaha makanan daerah.

Dengan strategi tersebut, promosi tidak hanya berlangsung di ruang digital atau lewat materi iklan konvensional. Aktivasi dilakukan secara langsung melalui perjalanan, interaksi dengan pelaku usaha, dan penyebaran identitas visual di titik-titik kuliner yang disambangi.

Pendekatan ini juga memperlihatkan upaya membawa promosi UMKM ke format yang lebih kontekstual. Saat kendaraan hadir di lokasi, pesan yang dibawa tidak berdiri sendiri karena terhubung langsung dengan pengalaman mencicipi, mendokumentasikan, dan membagikan kisah kuliner setempat.

Larantuka dipilih sebagai titik pembuka perjalanan yang menandai dimulainya eksplorasi di kawasan timur Indonesia. Dari sana, program Maxdecal Foodie akan bergerak dengan misi menemukan serta memperkenalkan lebih banyak pelaku kuliner lokal yang selama ini belum banyak tersorot.

Source: www.suara.com
Terkait