Ford Tampil Kuat Di Q1, Tapi Ada Asterisk Pajak Impor Rp 21 Triliun Dari Mahkamah Agung

Ford mencatat kuartal pertama yang kuat, tetapi hasil itu datang dengan catatan besar: keuntungan mereka ikut terdorong oleh keuntungan tarif satu kali senilai $1.3 miliar. Bagi pembaca, ini penting karena laba yang terlihat solid ternyata tidak murni lahir dari kinerja operasional, melainkan juga dari refund besar yang berkaitan dengan tarif IEEPA.

Di atas kertas, performa Ford tetap terlihat sehat. Pendapatan kuartal pertama naik 6% menjadi $43.3 miliar, sementara laba bersih mencapai $2.5 miliar dan adjusted EBIT berada di $3.5 miliar.

Namun, pasar domestik Ford tidak bergerak sekuat laporan keuangannya. Penjualan di Amerika Serikat turun 8.8% pada kuartal pertama menjadi 457,315 unit, menandakan penurunan volume di tengah hasil finansial yang tetap positif.

Tarif, refund, dan efeknya ke laba

Pendorong terbesar di balik kejutan ini datang dari “one-time IEEPA tariff benefit” senilai $1.3 miliar. Itu menunjukkan tekanan tarif pernah menekan bisnis Ford, tetapi perusahaan kemudian memperoleh pengembalian besar yang memperbaiki hasil kuartal.

Di sisi lain, bisnis kendaraan listrik Ford masih belum berubah menjadi sumber laba. Divisi Model e kembali membakar dana, meski kerugiannya mengecil menjadi $777 juta dari $849 juta pada kuartal pertama 2025.

Mesin laba masih datang dari bisnis inti

Kontribusi terbesar justru tetap berasal dari model bermesin bensin dan diesel. Ford Blue membukukan lebih dari $1.9 miliar, ditopang penjualan Bronco, Explorer, dan Expedition yang kuat.

Ford juga menyoroti “continued strength of F-Series,” walau penjualan F-Series pada kuartal pertama turun 16%. Perusahaan masih menghadapi dampak lanjutan dari kebakaran di pemasok aluminium, yang ikut menekan lini truk andalannya.

Kas tebal, dividen, dan pandangan ke depan

Di tengah hasil kuartal yang solid, Ford juga memiliki posisi kas yang besar. Perusahaan menyebut dana kas sebesar $22.0 miliar dan akan membayar dividen 15 sen pada 1 Juni.

Manajemen kemudian menaikkan proyeksi 2026. Ford kini memperkirakan adjusted EBIT berada di kisaran $8.5-$10.5 miliar, naik dari estimasi awal $8.0-$10.0 miliar.

Perusahaan juga memperkirakan adjusted free cash flow sebesar $5.0-$6.0 miliar dan belanja modal $9.5-$10.5 miliar. Angka itu disebut mencerminkan pergeseran ke peluang pertumbuhan dengan imbal hasil lebih tinggi, termasuk $1.5 miliar untuk Ford Energy.

Risiko tetap membayangi

Meski optimistis, Ford memberi peringatan bahwa panduan tersebut tidak memasukkan dampak potensial dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah atau penurunan tajam ekonomi Amerika Serikat. Keduanya tetap menjadi risiko nyata di tengah kekhawatiran konsumen dan harga bahan bakar yang naik.

Ford juga menyebut telah menghasilkan penghematan material dan garansi sebesar $1.5 miliar pada tahun lalu. Perusahaan menargetkan tambahan pemangkasan $1 miliar pada 2026, sambil menyiapkan pembaruan untuk 80% portofolio Amerika Utara pada 2029, termasuk F-150 baru, F-Series Super Duty, dan truk listrik ukuran menengah yang selama ini banyak dibicarakan.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait

Back to top button