
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memastikan tiket semifinal Polytron Indonesia Open 2026 setelah menyingkirkan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, yang berstatus juara dunia 2021. Kemenangan itu diraih lewat duel tiga gim yang ketat dengan skor 16-21, 24-22, dan 21-18 di perempat final.
Hasil ini menjadi salah satu kemenangan paling penting bagi pasangan muda Indonesia tersebut karena mereka sempat berada dalam tekanan besar. Namun, mereka mampu menjaga fokus dan membalikkan keadaan saat laga memasuki fase paling menentukan.
Pertarungan ketat sejak awal
Raymond/Joaquin mengawali pertandingan dengan tidak mudah setelah kehilangan gim pertama. Mereka menghadapi lawan yang berpengalaman dan baru pertama kali mereka temui di lapangan, sehingga ritme permainan sempat berjalan lebih hati-hati.
Raymond menyebut kondisi lapangan juga memberi tantangan tersendiri karena berbeda dengan hari sebelumnya. Situasi itu membuat mereka perlu beradaptasi lebih cepat agar bisa tetap bersaing dalam tempo tinggi.
Bangkit di gim kedua
Kebangkitan Raymond/Joaquin mulai terlihat pada gim kedua ketika mereka sempat unggul 12-7. Keunggulan itu belum membuat laga berjalan mulus karena Hoki/Kobayashi terus menekan hingga skor imbang 18-18.
Situasi tersebut membuat reli dan perebutan poin berlangsung sangat rapat. Namun, pasangan Indonesia itu berhasil mempertahankan agresivitas permainan hingga memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Tertinggal, lalu berbalik unggul
Pada gim ketiga, Raymond/Joaquin kembali menghadapi tekanan besar saat tertinggal cukup jauh. Saat momentum tampak mengarah ke pasangan Jepang, situasi berubah ketika Hoki/Kobayashi mulai melakukan beberapa kesalahan sendiri.
Joaquin menilai momen itu terjadi karena mereka mampu mengelola detail kecil dalam permainan. Ia juga menyoroti servis Raymond yang dianggap sangat membantu mengontrol jalannya laga pada poin-poin krusial.
“Servis itu menurut saya hal-hal kecil yang kelihatannya sepele, tetapi penting banget,” ujar Joaquin. Ia menambahkan bahwa dari posisi tertinggal 13-18, mereka bisa menyamakan skor menjadi 19-19 sebelum berbalik unggul.
Mental dan adaptasi jadi pembeda
Joaquin mengaku kemenangan ini terasa sangat istimewa karena atmosfer pertandingan begitu hidup. Ia menyebut dukungan penonton membuat laga terasa semakin besar dan sulit dilupakan.
Raymond juga menegaskan bahwa persiapan mereka membantu menghadapi tekanan, termasuk mempelajari arah angin, pencahayaan, dan karakter lapangan satu yang dipakai pada perempat final. Persiapan itu menjadi modal penting saat pertandingan memasuki poin-poin penentu.
Di semifinal Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin akan menghadapi sesama wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfahani. Sabar/Reza melaju ke empat besar setelah mengalahkan pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi, sehingga laga semifinal dipastikan menghadirkan duel antarwakil Indonesia di sektor ganda putra.
Source: www.beritasatu.com








