GAC Aion mulai mengarahkan perhatian ke pasar MPV Indonesia setelah lebih dulu membawa beberapa model listrik lain ke Tanah Air. Langkah ini menarik karena lini yang sudah dijual selama ini belum menyentuh segmen MPV, padahal kelas tersebut punya basis peminat yang besar.
Yang paling dinanti sekarang adalah model mana yang akan dipilih, E9 atau E8. Keduanya sama-sama masuk kategori MPV plug-in hybrid alias PHEV, sehingga kehadirannya berpotensi menambah warna baru di pasar yang sudah makin ramai.
Arah baru di luar SUV dan hatchback
Selama ini Aion sudah menjual beberapa mobil listrik di Indonesia, termasuk model V dan UT yang disebut cukup populer. Namun, belum ada satu pun MPV dalam portofolio yang dipasarkan di sini.
Situasi itu membuat rencana menghadirkan MPV terasa relevan, terutama saat segmen MPV mewah terus dipenuhi model baru. Persaingan di kelas atas juga semakin ketat setelah Denza D9 mampu melampaui Toyota Alphard hingga kini.
Dua nama yang paling mungkin
GAC disebut sedang menyusun rencana untuk memasukkan model MPV ke Indonesia setelah riset pasar selesai. Meski nama resminya belum diumumkan, dua kandidat yang mengemuka adalah E9 dan E8.
E9 tampil lebih elegan dari sisi desain dan dinilai lebih dekat untuk bertarung di kelas MPV premium. Model ini disebut bisa menjadi lawan D9 dan juga Alphard dkk jika strategi harganya dibuat terjangkau.
Sementara itu, E8 mengarah ke pasar MPV boxy yang saat ini dihuni Toyota Voxy hingga Maxus Mifa 7. Meski berbeda karakter, E8 tetap membawa teknologi PHEV yang membuatnya berada di jalur yang sama dengan E9.
Peluang di pasar yang makin padat
Kehadiran salah satu dari dua model itu akan memperluas lini produk GAC di Indonesia. Bagi pasar lokal, ini juga berarti ada opsi baru di luar SUV dan hatchback yang selama ini mendominasi penjualan merek tersebut.
Namun, tantangan utamanya tetap pada harga dan posisi produk. Bila Aion mampu menawarkannya dengan banderol yang kompetitif, E9 maupun E8 masih punya ruang untuk bersaing di tengah pasar MPV yang terus dipenuhi pemain baru.
Ada pula kemungkinan model tersebut tidak dipasarkan sebagai produk Aion, melainkan memakai nama GAC. Skema itu tidak dianggap sebagai masalah besar selama unitnya tetap masuk ke Indonesia dan menambah pilihan di segmen MPV yang semakin sesak.
Untuk saat ini, GAC belum memastikan MPV mana yang akan dibawa lebih dulu. Tetapi sinyal kehadiran model baru sudah cukup kuat untuk membuat pasar menunggu apakah yang akhirnya datang adalah E9 yang lebih mewah atau E8 yang lebih boxy.
