Kehadiran Toyota Veloz hybrid mulai memunculkan pertanyaan baru di pasar mobil bekas: seberapa jauh model baru ini akan menekan harga Veloz konvensional. Untuk saat ini, dampaknya disebut belum besar karena unit hybrid belum tersedia merata dan banyak konsumen masih harus inden.
Andi dari showroom mobil bekas Jordy Motor di MGK Kemayoran mengatakan tekanan ke Veloz bekas memang sudah mulai terasa, tetapi masih sangat terbatas. Ia menilai efeknya berjalan bertahap karena ketersediaan Veloz hybrid di pasaran belum banyak.
Dampak masih tipis di pasar bekas
Menurut Andi, penurunan minat dan harga pada Veloz bekas tidak bisa dihindari ketika teknologi baru yang lebih efisien masuk ke segmen yang sama. Meski begitu, ia menegaskan pengaruh Veloz hybrid pada pasar bekas belum signifikan pada fase awal ini.
“Jadi, mereka itu masih inden, tidak langsung tersedia. Masa indennya juga cukup lama, sehingga dampaknya terjadi secara bertahap. Memang ada penurunan, tetapi tidak banyak,” kata Andi kepada Kompas.com, belum lama ini.
Ia juga menyebut tren penurunan harga mobil bekas sebenarnya sudah mulai bergerak, namun belum terlihat kuat. Hal itu terjadi karena unit hybrid baru belum cukup banyak beredar untuk menekan pasar secara langsung.
Tekanan akan lebih terasa saat unit mulai banyak
Andi menilai dampak terbesar baru akan muncul ketika Veloz hybrid sudah tersedia luas dan mulai masuk ke pasar mobil bekas. Pada tahap itu, konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan dan tekanan terhadap harga model lama diperkirakan makin terasa.
“Untuk sekarang, menurut saya masih tipis, belum terlalu terlihat karena unit bekasnya juga belum ada,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa perubahan pasar akan semakin jelas ketika populasi kendaraan hybrid bertambah dan mulai mendominasi jalanan.
Kondisi tersebut akan memunculkan unit bekas lebih banyak dan ikut memengaruhi harga pasar. Dengan kata lain, nasib Veloz bekas masih sangat bergantung pada seberapa cepat Veloz hybrid benar-benar tersedia dan dipakai luas.
Efek bertahap, bukan lonjakan langsung
Dari penjelasan Andi, pasar tampaknya belum menghadapi guncangan besar meski arah pergeseran sudah mulai terlihat. Selama unit hybrid masih terbatas, Veloz bekas masih punya ruang bergerak tanpa tekanan besar dari model baru.
Ia menekankan bahwa pengaruh baru akan terasa saat model baru benar-benar hadir di jalan dan unit bekasnya mulai muncul. Saat itu terjadi, pasar mobil bekas akan memiliki dinamika baru karena pilihan konsumen bertambah dan perbandingan harga menjadi lebih ketat.
Source: otomotif.kompas.com