BYD kembali menyegarkan Seagull di China, model yang juga dikenal sebagai Atto 1 di Indonesia. Perubahan paling menarik datang dari jarak tempuh yang kini lebih jauh, sementara ubahan tampilannya dibuat lebih sporty dan modern.
Langkah ini terasa penting karena Atto 1 masih punya penjualan yang bagus di Indonesia. Namun di pasar BEV yang semakin ketat, kehadiran model baru seperti Jaecoo J5 EV ikut menambah tekanan di segmen mobil listrik mungil.
Ubahan Luar Lebih Segar
Penyegaran pada Seagull tidak mengubah banyak hal secara besar-besaran. BYD lebih fokus pada fasia depan dan sisi bodi agar mobil terlihat lebih dinamis.
Pelek 16 inci juga mendapat desain baru. Di bagian belakang, mobil ini kini memakai wiper ganda dan lampu biru kecil.
Interior Ikut Dirapikan
Di dalam kabin, ubahan yang diberikan memang tidak mencolok, tetapi terasa lebih rapi. Tombol pada setir dibuat lebih minimalis, sedangkan tombol di konsol tengah diselaraskan dengan warna interior.
BYD juga menambahkan sejumlah fitur baru. Daftarnya meliputi smart paddle shift, wireless charging dengan pendingin untuk ponsel, konfigurasi tempat botol tunggal, dan kotak sandaran model flip-top.
Jarak Tempuh Naik Jauh
Pembaruan paling menonjol ada pada kemampuan jelajahnya. Seagull kini dibekali motor 60 kW dan varian tertingginya sanggup menempuh jarak 505 km.
Angka itu lebih jauh dibanding sebelumnya yang hanya 405 km. Untuk mobil listrik berukuran mungil, tambahan jarak tempuh ini memberi nilai jual yang cukup kuat.
Belum Jelas untuk Pasar Indonesia
Hingga kini, belum ada kepastian apakah penyegaran Seagull akan dibawa ke Indonesia. Atto 1 di Tanah Air punya tampilan yang berbeda karena memakai desain Dolphin Mini yang dijual di Eropa, meski bodinya tetap mengacu pada Seagull.
Artinya, jika masuk ke Indonesia, bentuk penyegarannya bisa saja tidak sama persis dengan versi China. BYD masih punya ruang untuk melakukan penyesuaian, terutama pada tampilan luar.
Atto 1 sendiri masih mencatatkan penjualan yang baik, meski belakangan jumlahnya hanya ratusan unit. Kondisi itu menunjukkan pasar mobil listrik murah semakin ramai dan persaingan di kelas ini makin ketat.
