Koneksi 5G kini makin mudah dijangkau di kelas harga Rp1 jutaan. Pergeseran ini membuat ponsel murah tidak lagi sekadar cukup untuk komunikasi dasar, tetapi juga mulai layak untuk gaming ringan, streaming, dan pekerjaan real-time.
Pilihan perangkatnya pun semakin beragam, dari merek yang sudah mapan hingga pemain yang agresif di segmen harga terjangkau. Di rentang mulai Rp1,7 jutaan sampai sekitar Rp2 jutaan, sejumlah model sudah menawarkan chipset 5G, baterai besar, dan layar 120 Hz.
Pilihan yang paling menarik di kelas murah
Infinix Hot 5 5G masuk dalam daftar ponsel 5G murah yang menonjol dari sisi kombinasi performa dan harga. Perangkat ini memakai MediaTek Dimensity 6300, RAM 8 GB yang bisa diperluas hingga 16 GB, serta storage hingga 256 GB.
Layar 6,7 inci dengan refresh rate 120 Hz menjadi nilai tambah untuk navigasi yang lebih mulus saat bermain gim atau menonton video. Baterainya 5.000 mAh dengan fast charging 18 watt, dan harganya mulai Rp1,7 jutaan.
Samsung Galaxy A06 5G juga bermain di kisaran harga yang sama, yakni mulai Rp1,7 jutaan. Ponsel ini membawa MediaTek Dimensity 6300, RAM 6 GB, dan storage 128 GB.
Daya tarik utamanya bukan hanya dukungan 5G, tetapi juga sertifikasi IP54 yang membuatnya tahan terhadap percikan air. Samsung juga membekalinya dengan baterai 5.000 mAh, fast charging 25 watt, kamera utama 50 MP, dan kamera depan 8 MP.
Vivo Y19s 5G menjadi opsi lain bagi pengguna yang mencari baterai lebih besar. Harganya sekitar Rp1,7 jutaan dengan chipset Dimensity 6300 dan RAM hingga 8 GB.
Keunggulan paling menonjol ada pada baterai 5.500 mAh yang cocok untuk pemakaian intensif sepanjang hari. Vivo melengkapinya dengan layar 6,74 inci HD+ dan kamera belakang 50 MP, ditambah desain yang diarahkan untuk pengguna yang peduli tampilan.
Untuk yang ingin performa lebih tinggi
Motorola Moto G45 5G hadir sebagai pilihan dari merek global dengan banderol mulai Rp1,9 jutaan. Ponsel ini memakai Snapdragon 6s Gen 3, RAM hingga 16 GB extended, dan storage 256 GB.
Spesifikasi tersebut membuatnya cukup kompetitif untuk multitasking di kelas harga terjangkau. Moto G45 5G juga membawa layar IPS 6,5 inci 120 Hz, kamera utama 50 MP, dan kamera depan 16 MP.
Jika mencari spesifikasi yang terasa lebih premium di segmen entry, iQOO Z9x 5G menjadi kandidat terkuat dalam daftar ini. Perangkat ini ditenagai Snapdragon 6 Gen 1 berbasis fabrikasi 4 nm dan dijual sekitar Rp2 jutaan.
iQOO memasang baterai 6.000 mAh dengan fast charging 44 watt, yang menjadi salah satu paket paling menarik di kelompok harga ini. Layar 6,72 inci 120 Hz, sertifikasi IP64, dan kamera utama 50 MP ikut memperkuat posisinya untuk pengguna yang fokus pada gaming dan streaming.
Apa yang perlu diperhatikan sebelum membeli
Dari lima model ini, ada pola yang cukup jelas di kelas HP 5G murah. Chipset MediaTek Dimensity 6300 muncul di beberapa perangkat, sementara Snapdragon 6s Gen 3 dan Snapdragon 6 Gen 1 menjadi alternatif bagi pengguna yang ingin opsi lain.
Layar 120 Hz juga mulai menjadi fitur umum, meski tetap perlu dicermati bersama kapasitas baterai dan kemampuan pengisian dayanya. Bagi pengguna yang sering menonton atau bermain gim, kombinasi refresh rate tinggi dan baterai besar biasanya akan terasa lebih penting dalam pemakaian harian.
Di sisi baterai, Vivo Y19s 5G dan iQOO Z9x 5G menonjol dengan kapasitas 5.500 mAh dan 6.000 mAh. Namun untuk pengisian daya, Samsung Galaxy A06 5G dan iQOO Z9x 5G menawarkan angka fast charging yang lebih tinggi, masing-masing 25 watt dan 44 watt.
Faktor lain yang juga mulai relevan di kelas murah adalah ketahanan bodi. Samsung Galaxy A06 5G membawa IP54, sementara iQOO Z9x 5G sudah mengantongi IP64, yang memberi nilai tambah untuk penggunaan harian.
Untuk kebutuhan kamera, hampir semua model menawarkan kamera utama 50 MP. Motorola Moto G45 5G terlihat lebih menonjol di kamera depan dengan resolusi 16 MP, sementara Samsung Galaxy A06 5G menyediakan kamera depan 8 MP.
Makin banyaknya HP 5G murah menunjukkan bahwa akses ke jaringan generasi baru tidak lagi terbatas pada ponsel mahal. Pengguna kini bisa menyesuaikan pilihan berdasarkan prioritas masing-masing, apakah lebih mementingkan performa, baterai, desain, atau fitur tambahan seperti ketahanan terhadap percikan air.







