Chery memperbarui peta harga mobil listriknya di Indonesia hingga April 2026 dengan rentang yang cukup lebar, mulai dari Rp324,9 juta hingga sekitar Rp560,5 juta. Susunan harga ini menempatkan merek tersebut di area yang ramai peminat, dari calon pembeli EV pertama sampai konsumen yang mencari SUV listrik premium.
Di tengah persaingan mobil listrik yang makin ketat, langkah Chery menarik perhatian karena fokus pada beberapa model dengan posisi pasar yang jelas. Strategi ini membuat konsumen lebih mudah membaca pilihan, baik untuk segmen terjangkau, kelas menengah, maupun kelas atas.
Model yang paling menonjol saat ini adalah Chery E5, yang sebelumnya dikenal sebagai Omoda E5. Mobil ini menjadi tulang punggung penjualan Chery di segmen EV berkat kombinasi desain futuristik, performa bertenaga, dan fitur teknologi yang lengkap.
Harga terbaru Chery E5 pada April 2026 dimulai dari Rp369,9 juta untuk varian Pure. Varian Luxury dibanderol Rp399,9 juta, sedangkan varian TT atau Two Tone berada di angka Rp404,9 juta.
Sejumlah sumber juga menyebut harga OTR varian tertinggi bisa mencapai Rp419,9 juta tergantung wilayah dan opsi tambahan. Dengan rentang itu, E5 menjadi salah satu SUV listrik yang diposisikan kompetitif di kelasnya.
Bukan hanya harga yang menjadi nilai jual E5. Mobil ini disebut menawarkan jarak tempuh hingga sekitar 430 km serta tenaga lebih dari 200 hp, sehingga dinilai cocok untuk penggunaan harian sekaligus perjalanan luar kota.
Pilihan termurah Chery
Bagi konsumen yang ingin masuk ke pasar mobil listrik dengan biaya awal lebih rendah, Chery menyiapkan C5. Model ini diposisikan sebagai alternatif yang lebih terjangkau di bawah E5.
Harga Chery C5 pada April 2026 mulai Rp324,9 juta. Banderol itu menjadikannya titik masuk paling rendah dalam lini EV Chery di Indonesia saat ini.
Meski lebih terjangkau, C5 tetap membawa bahasa desain modern khas Chery. Namun, model ini hadir dengan fitur yang lebih sederhana dibanding E5, sehingga lebih pas untuk kebutuhan mobilitas perkotaan dari ringan hingga menengah.
Keberadaan C5 penting dalam strategi Chery karena membuka akses ke konsumen yang masih menimbang biaya perpindahan dari mobil konvensional ke kendaraan listrik. Segmen ini juga menjadi salah satu area yang paling sensitif terhadap harga.
SUV listrik premium di atas E5
Di level yang lebih tinggi, Chery menghadirkan J6 untuk konsumen yang menginginkan dimensi lebih besar dan karakter yang lebih kuat. Model ini ditempatkan sebagai representasi Chery di kelas SUV listrik premium.
Harga terbaru Chery J6 berada di kisaran Rp560,5 juta. Posisi tersebut menempatkannya jauh di atas C5 dan E5, sekaligus memperjelas pembagian kelas dalam lini EV Chery.
J6 menawarkan fitur yang lebih lengkap, termasuk teknologi keselamatan dan kenyamanan yang lebih canggih. Dengan karakter itu, J6 menyasar pembeli yang tidak hanya mencari kendaraan listrik, tetapi juga nilai premium dalam penggunaan sehari-hari.
Jika dilihat sebagai satu paket, lini mobil listrik Chery memang belum sebanyak beberapa kompetitor. Namun, pendekatan yang dipilih terlihat fokus karena setiap model memiliki target konsumen yang berbeda dan tidak saling tumpang tindih terlalu jauh.
Harga dan strategi pasar
Rentang harga dari Rp300 jutaan sampai Rp500 jutaan memberi Chery ruang untuk menjangkau pasar menengah hingga atas. Ini menjadi salah satu celah yang sedang diperebutkan banyak merek di Indonesia.
Harga mobil listrik Chery pada April 2026 juga disebut cenderung stabil. Pada beberapa model, ada penyesuaian agar tetap kompetitif di pasar domestik.
Perubahan paling terasa terlihat pada E5, yang kini dinilai jauh lebih terjangkau dibanding saat awal peluncuran. Langkah menekan harga ini menjadi sinyal bahwa Chery sedang berupaya memperluas basis konsumen EV.
Dari sisi daya tarik produk, Chery juga mengandalkan efisiensi biaya operasional yang lebih rendah dibanding mobil konvensional. Selain itu, lini mobil listriknya disebut memakai teknologi baterai LFP yang dikenal lebih aman dan tahan lama untuk penggunaan jangka panjang.
Konteks pasar ikut mendukung langkah tersebut. Infrastruktur pengisian daya di Indonesia terus berkembang, sementara kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan juga meningkat.
Situasi itu membuat model seperti C5, E5, dan J6 punya peluang lebih besar untuk menjangkau pembeli dengan kebutuhan berbeda. Di satu sisi ada konsumen yang mengutamakan harga masuk, sementara di sisi lain ada pembeli yang mencari performa, fitur, dan citra premium dalam satu paket kendaraan listrik.
