Selis E-Max dan Viar Q1 sama-sama masuk radar pemburu motor listrik lokal, tetapi keduanya menawarkan karakter yang berbeda di titik yang paling penting: tenaga, jarak tempuh, dan harga. Perbedaan itu membuat pilihan di antara keduanya tidak hanya soal merek, tetapi juga soal kebutuhan harian.
Di atas kertas, Selis E-Max lebih agresif lewat motor 1.500 Watt dan pilihan baterai yang lebih luas. Viar Q1 justru bermain di sisi skuter kota yang ringkas, dengan motor Bosch sekitar 800 Watt dan kecepatan puncak hingga 60 km/jam.
Tenaga dan Jarak Tempuh Jadi Pembeda Utama
Selis E-Max hadir dalam beberapa varian baterai, mulai dari SLA hingga Lithium, dengan jarak tempuh yang diklaim berada di rentang 40 km sampai 120 km. Varian Lithium Single memakai baterai LiFePO4 60V 25Ah dengan klaim 60 km, sedangkan Lithium Dual memakai dua baterai LiFePO4 60V 25Ah dan diklaim bisa menempuh 120 km.
Viar Q1 generasi awal memakai baterai lithium 60V 20Ah dengan klaim jarak tempuh 60–70 km. Pengujian media menunjukkan jarak riilnya sekitar 55–58 km dalam pemakaian normal, sementara New Q1 dengan dua baterai 60V 23Ah bisa mencapai 120 km.
Jika fokus utama ada pada tenaga, Selis E-Max lebih kuat karena mengusung hub motor 1.500 Watt. Viar Q1 tetap kompetitif, tetapi tenaganya berada di kisaran 800 Watt sehingga lebih cocok untuk pemakaian ringan hingga menengah di dalam kota.
Dimensi, Bobot, dan Rasa Berkendara
Selis E-Max terasa lebih mendekati skuter matic menengah karena memakai rangka baja, bobot sekitar 79 kg untuk Lithium Single dan 92 kg untuk Lithium Dual, serta tinggi jok 83 cm. Motor ini juga punya daya angkut hingga 225 kg, sehingga masih nyaman untuk membawa dua penumpang plus barang.
Viar Q1 mengusung pendekatan berbeda dengan bobot sekitar 75 kg dan dimensi yang lebih pendek. Ban 90/90-10 yang lebar membantu karakter lincahnya, terutama saat dipakai di jalanan kota yang padat dan sempit.
Fitur Harian, Hampir Seimbang
Selis E-Max membawa lampu LED, panel indikator digital, 3 speed shifter, rem cakram hidrolis depan-belakang, dan anti-theft alarm. Paket ini membuatnya terasa cukup lengkap untuk skuter listrik harian.
Viar Q1 juga tidak kalah praktis dengan lampu full LED, panel digital, USB charging port, alarm, dan opsi dua baterai pada New Q1. Perbedaannya lebih terasa pada paket baterai dan tenaga, bukan pada fitur penunjang harian.
Harga dan Posisi di Pasar
Selis E-Max SLA dipasarkan sekitar Rp 15,5 juta dengan jarak tempuh 40 km. Di atasnya ada Selis E-Max Lithium Single sekitar Rp 22 juta dan Lithium Dual sekitar Rp 28 juta.
Viar Q1 dan New Q1 dijual mulai sekitar Rp 18,9 juta hingga Rp 21 jutaan, tergantung model dan tahun seperti Q1 lama, New Q1, atau Q1L. Dengan posisi itu, Viar Q1 mengisi celah harga di tengah karena lebih mahal dari E-Max SLA, tetapi masih bisa lebih murah dari E-Max Lithium Dual.
Biaya Pakai dan Pilihan yang Lebih Masuk Akal
Kedua motor ini memakai baterai sekitar 2 kWh per pack, sehingga biaya cas penuh berada di kisaran Rp 3.000–Rp 4.000 sekali pengisian dengan acuan tarif listrik rumah tangga sekitar Rp 1.400 per kWh. Dengan jarak tempuh 60–70 km per charge, biaya per kilometer keduanya jauh lebih rendah dibanding motor bensin harian.
Untuk pengguna yang butuh tenaga besar, daya angkut tinggi, dan opsi jarak tempuh panjang, Selis E-Max lebih unggul, terutama varian Lithium Dual. Sementara itu, Viar Q1 lebih menarik bagi pengguna yang mengutamakan motor listrik ringkas, lincah, dan nyaman dipakai bermanuver di lalu lintas kota.
