Baterai menjadi salah satu penentu utama performa motor listrik yang kini makin banyak ditemui di jalanan Indonesia. Di antara jenis baterai yang umum dipakai, lithium dinilai unggul karena menawarkan tegangan yang lebih stabil dan usia pakai yang jauh lebih panjang.
Keunggulan itu penting diketahui konsumen sebelum membeli motor listrik. Pasalnya, pilihan baterai tidak hanya memengaruhi daya tahan kendaraan, tetapi juga berdampak langsung pada biaya penggunaan dalam jangka lebih lama.
Ridwan Alawi, pemilik sekaligus teknisi Bengkel Motor Listrik dan Sepeda Listrik Bogor RI EV Maintenance, menyebut saat ini ada dua jenis baterai yang paling umum dijumpai pada motor listrik. Keduanya adalah Sealed Lead Acid (SLA) dan baterai lithium.
Menurut dia, perbedaan paling mencolok terlihat pada ketahanan pemakaian. Baterai SLA disebut hanya bertahan sekitar satu tahun, sedangkan baterai lithium bisa digunakan hingga lima sampai enam tahun.
Lithium dinilai lebih unggul
Ridwan menilai baterai lithium lebih baik daripada SLA dari sisi performa. Selain umur pakainya lebih panjang, tegangan pada baterai lithium juga lebih stabil saat digunakan.
Stabilitas tegangan ini menjadi faktor penting dalam penggunaan harian. Dengan pasokan daya yang lebih konsisten, motor listrik dapat bekerja lebih optimal dibanding penggunaan baterai yang performanya lebih cepat menurun.
Keunggulan baterai lithium juga membuatnya menempati posisi yang lebih tinggi di pasar. Konsekuensinya, harga baterai lithium lebih mahal dibanding SLA.
Perbedaan harga ini kerap memengaruhi keputusan pembelian. Banyak konsumen masih lebih dulu memburu motor listrik dengan harga murah, tanpa menelusuri lebih jauh jenis baterai yang digunakan.
Ridwan menilai kebiasaan itu sering berujung pada masalah setelah kendaraan dipakai. Konsumen yang memilih motor listrik dengan baterai SLA karena faktor harga murah, menurut dia, kemudian menghadapi lebih banyak kendala saat penggunaan.
Ia menyoroti pentingnya riset sebelum membeli motor listrik. Pemahaman soal baterai, menurut dia, seharusnya menjadi perhatian utama, bukan sekadar harga kendaraan saat pertama kali dibeli.
Dua jenis baterai lithium
Baterai lithium sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yakni Lithium Ion atau Li-Ion dan Lithium Polymer atau Li-Po. Keduanya dibedakan terutama dari bentuk fisiknya.
Li-Ion berbentuk tabung, mirip baterai senter yang umum dikenal masyarakat. Sementara Li-Po memiliki bentuk pelat datar.
Perbedaan bentuk itu menjadi ciri dasar yang membedakan keduanya. Informasi ini penting karena tidak semua konsumen memahami bahwa istilah baterai lithium masih terbagi lagi dalam beberapa tipe.
Meski berbeda bentuk, keduanya tetap berada dalam kelompok baterai lithium yang dinilai lebih unggul daripada SLA. Dalam konteks motor listrik, kelompok lithium dipandang menawarkan kualitas penggunaan yang lebih baik.
Konsumen perlu lebih cermat
Pertumbuhan motor listrik di Indonesia membuat pilihan merek dan model semakin beragam. Di tengah banyaknya opsi itu, konsumen dituntut lebih jeli membaca spesifikasi dasar kendaraan yang akan dibeli.
Jenis baterai menjadi salah satu komponen yang tidak bisa diabaikan. Bagi pengguna, informasi ini sama pentingnya dengan desain, harga, atau fitur lain yang terlihat dari luar.
Motor listrik dengan harga lebih rendah memang terlihat menarik pada tahap awal pembelian. Namun, jika baterai yang digunakan memiliki usia pakai lebih pendek, pengguna berpotensi menghadapi penggantian lebih cepat.
Sebaliknya, motor listrik dengan baterai lithium menawarkan masa pakai yang lebih lama. Walau harga awalnya lebih tinggi, baterai ini dinilai memberikan nilai lebih dari sisi daya tahan dan performa.
Ridwan juga mengingatkan bahwa banyak masalah muncul karena pembeli tidak memeriksa detail baterai sejak awal. Akibatnya, keputusan pembelian lebih banyak didorong oleh harga murah, bukan kebutuhan penggunaan jangka panjang.
Di tengah semakin seringnya motor listrik dijumpai di lalu lintas Indonesia, pemahaman soal baterai menjadi bekal penting bagi calon pembeli. Pilihan antara SLA dan lithium tidak hanya soal harga, tetapi juga soal performa, stabilitas daya, dan ketahanan penggunaan selama bertahun-tahun.
Source: otomotif.kompas.com