Jetour menyiapkan langkah besar untuk pasar Indonesia lewat Jetour T2 i-DM. Model plug-in hybrid itu dipastikan meluncur tahun ini dan akan dirakit secara lokal di Indonesia.
Kabar ini menandai arah baru strategi Jetour di Tanah Air, karena T2 i-DM menjadi model PHEV pertama merek tersebut di Indonesia. Kehadirannya juga diposisikan sebagai penguat daya saing Jetour di segmen SUV yang makin ramai.
Dirakit di fasilitas lokal
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan T2 PHEV akan masuk jalur produksi CKD. Ia menyebut proses perakitan dilakukan di PT Handal Indonesia Motor.
Ranggy menegaskan bahwa penyesuaian lini produksi juga sedang disiapkan untuk menyambut model baru. Selain mengejar produksi model yang sudah ada, Jetour ingin memastikan kapasitas pabrik siap saat T2 i-DM masuk.
Jetour melihat produksi lokal bukan hanya soal efisiensi biaya. Perusahaan juga ingin menjawab permintaan pasar yang terus meningkat sejak kehadiran Jetour di Indonesia.
“(Produksi) kami masih untuk yang demand saat ini, kami masih terus kejar ya karena kan memang demand itu cukup tinggi ya,” ujar Ranggy. Ia juga menyebut Jetour ingin mempercepat produksi agar kebutuhan pasar bisa dipenuhi lebih cepat.
Posisi penting di lini produk Jetour
Jetour T2 i-DM diperkirakan akan memegang peran strategis di Indonesia. Model ini berpotensi menjadi flagship sekaligus membuka jalan bagi elektrifikasi Jetour lewat teknologi PHEV.
Fokus itu terlihat dari cara Jetour menyiapkan produksi dan model bisnisnya. Perusahaan tidak hanya menyiapkan peluncuran, tetapi juga memastikan model tersebut punya dukungan manufaktur lokal.
Di tengah pasar SUV yang kompetitif, kehadiran T2 i-DM bisa menjadi pembeda penting. Jetour menempatkan model ini sebagai salah satu andalan baru untuk memperkuat citra dan daya saing merek.
Harga masih estimasi
Soal banderol, Jetour sudah memberi gambaran awal. Ranggy menyebut perusahaan pernah mengumumkan indicative price Rp 838 juta untuk T2 i-DM.
Namun, ia menegaskan angka itu masih berupa estimasi harga. Jetour belum mengunci harga final dan akan menyampaikan informasi lebih lanjut saat peluncuran.
“Komitmen kami sekali lagi untuk menghadirkan kendaraan dengan total value yang kompetitif termasuk juga dari sisi pricing-nya. Jadi tunggu saja informasinya nanti pada saat peluncuran,” kata Ranggy.
Sempat dijajal di Beijing
Jetour T2 i-DM sendiri sudah diperlihatkan dalam aktivitas uji coba di Beijing. Model ini tampak masuk dalam tahap pengenalan produk sebelum resmi dibawa ke pasar Indonesia.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa Jetour tidak sekadar menyiapkan peluncuran, tetapi juga membangun fondasi untuk produksi dan distribusi. Dengan jadwal meluncur tahun ini, T2 i-DM akan menjadi salah satu model paling penting dalam ekspansi Jetour di Indonesia.
Source: otomotif.kompas.com






