Monas Padat Sore Ini, Dishub Minta Warga Hindari Kawasan Ini dan Lewat Rute Alternatif

Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, diperkirakan padat pada Jumat sore hingga malam ini. Pengendara yang melintas di pusat Jakarta perlu mewaspadai rekayasa lalu lintas yang diberlakukan selama kegiatan berlangsung.

Penyesuaian arus kendaraan dilakukan karena adanya Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Tahun 2026 di Plaza Monas sisi selatan. Acara itu dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.00 sampai 22.00 WIB.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memprediksi ribuan peserta akan memadati area Monas. Karena itu, sejumlah ruas di sekitar kawasan tersebut disiapkan dengan pola arus alternatif untuk mengurangi kepadatan.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengimbau masyarakat mematuhi pengaturan lalu lintas yang berlaku dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Ia juga meminta warga yang tidak berkepentingan agar menghindari ruas jalan di sekitar Monas selama kegiatan berlangsung.

Bagi pengguna jalan yang memiliki aktivitas di pusat ibu kota, penyesuaian waktu perjalanan menjadi penting. Jalur alternatif juga perlu diperhatikan karena perubahan arus diperkirakan terasa pada jam sibuk menjelang acara hingga setelah kegiatan berakhir.

Rute yang Perlu Diperhatikan

Dishub DKI menyiapkan rekayasa lalu lintas pada sejumlah koridor utama di pusat Jakarta. Fokus pengalihan mencakup pergerakan kendaraan dari Harmoni, Bundaran HI, Tugu Tani, Senen, hingga Tanah Abang.

Untuk kendaraan dari Harmoni menuju Bundaran HI, arus diarahkan melalui Jalan Majapahit, Jalan Medan Merdeka Barat, lalu Jalan MH Thamrin. Jalur ini menjadi salah satu koridor utama yang disiapkan untuk menjaga kelancaran pergerakan di sekitar Monas.

Dari Harmoni menuju Tugu Tani, kendaraan diarahkan melalui Jalan Ir H Juanda, Jalan Pos, Jalan Gedung Kesenian, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jalan Taman Pejambon, Jalan Pejambon, Jalan Medan Merdeka Timur, lalu Jalan M.I. Ridwan Rais. Rute ini memutar dari sisi utara dan timur kawasan Monas.

Pengendara dari Harmoni yang menuju Stasiun Gambir dialihkan melalui Jalan Majapahit, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Kebon Sirih, Jalan M.I. Ridwan Rais, dan Jalan Medan Merdeka Timur. Skema ini menghindari perlintasan langsung di titik kegiatan.

Untuk arus dari Bundaran HI menuju Harmoni, tersedia dua opsi. Opsi pertama melalui Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, dan Jalan Majapahit, sedangkan opsi kedua melalui Jalan MH Thamrin, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Abdul Muis, lalu Jalan Majapahit.

Kendaraan dari Bundaran HI menuju Senen diarahkan melewati Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Majapahit, Jalan Ir H Juanda, Jalan Pos, Jalan Dr Sutomo, dan Jalan Gunung Sahari Raya. Jalur ini mengalihkan arus ke koridor utara agar tidak menumpuk di sekitar Monas.

Dari Tanah Abang menuju Tugu Tani, pengendara diarahkan melalui Jalan Jatibaru Raya dan Jalan Kebon Sirih. Sementara itu, arus dari Tugu Tani menuju Tanah Abang dialihkan melalui Jalan M.I. Ridwan Rais, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Majapahit, dan Jalan Abdul Muis.

Untuk kendaraan dari Kramat dan Salemba menuju Tanah Abang, rute alternatif disiapkan melalui Jalan Kramat Raya, Jalan Pasar Senen, Jalan Gunung Sahari Raya, Jalan Budi Utomo, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Katedral, Jalan Ir H Juanda, dan Jalan Suryopranoto. Koridor ini menjadi pilihan bagi arus timur yang hendak menuju kawasan barat dan selatan pusat kota.

Imbauan untuk Pengendara

Dishub DKI Jakarta menilai penyesuaian arus ini diperlukan agar kegiatan tetap berjalan tertib dan mobilitas warga tidak terganggu lebih luas. Kehadiran petugas di lapangan akan menjadi acuan utama jika terjadi perubahan situasi lalu lintas secara dinamis.

Masyarakat yang tidak memiliki keperluan di sekitar Monas disarankan memilih jalur lain sejak sore hari. Langkah ini penting untuk menghindari antrean kendaraan di ruas-ruas utama yang terhubung dengan kawasan Medan Merdeka.

Pengendara juga perlu memperhatikan bahwa dampak kepadatan tidak hanya mungkin terjadi di titik acara. Ruas penghubung seperti Harmoni, Bundaran HI, Tugu Tani, Senen, dan Tanah Abang diperkirakan ikut mengalami perubahan pola arus selama rekayasa berlangsung.

Dengan jadwal kegiatan hingga pukul 22.00 WIB, potensi perlambatan kendaraan bisa berlangsung sampai malam. Karena itu, pengguna jalan di pusat Jakarta sebaiknya menyesuaikan rute lebih awal dan mengikuti arahan petugas untuk mengurangi hambatan perjalanan.

Source: otomotif.kompas.com

Terkait