Chery Group mulai menempatkan robot sebagai bisnis masa depan yang tidak kalah penting dari otomotif. Di Wuhu, China, Chairman Chery Group Yin Tongyue bahkan menyebut industri robot akan lebih besar daripada industri mobil.
Pernyataan itu menegaskan arah baru Chery yang tidak ingin berhenti sebagai produsen kendaraan. Perusahaan asal China tersebut kini mendorong kecerdasan buatan dan robot sebagai bagian dari strategi bisnis intinya.
Robot masuk ke lini bisnis Chery
Dalam beberapa tahun terakhir, Chery memperluas fokus ke teknologi pintar melalui AiMOGA, salah satu anak usaha yang menangani pengembangan robot. Lewat unit ini, Chery sudah merilis dan menjual robot humanoid bernama Mornine M1.
Robot tersebut sudah tersedia melalui jaringan e-commerce di China. Mornine M1 tampil sebagai robot menyerupai manusia dengan sosok wanita berkacamata dan berambut panjang.
Harga jualnya juga sudah diumumkan. Mornine M1 dilepas sebesar 285.800 yuan atau sekitar Rp 716 jutaan, sehingga posisinya masuk ke pasar robot komersial yang serius.
Strategi jangka panjang di luar mobil
Yin Tongyue menegaskan bahwa langkah ke robot bukan sekadar eksperimen. Dalam konferensi peluncuran global AiMOGA pada Oktober tahun lalu, ia menyebut robot AiMOGA sebagai salah satu tata letak kunci dalam strategi AI cerdas Chery.
Ia juga menekankan fokus perusahaan pada skenario komersial. Menurutnya, masa depan akan memperlihatkan pergeseran besar, di mana industri robot tumbuh lebih besar daripada industri otomotif.
Gambaran yang ia sampaikan sederhana tetapi ambisius. Jika setiap orang kini memiliki mobil atau telepon genggam, Chery berharap suatu saat setiap orang juga punya satu atau lebih robot.
Dari humanoid hingga robot anjing
AiMOGA tidak hanya menawarkan robot humanoid. Divisi ini juga menjual robot anjing bernama Argos X1 dengan harga 15.800 yuan atau sekitar Rp 39 jutaan.
Kehadiran dua produk itu menunjukkan bahwa Chery masuk ke segmen robot dengan pendekatan yang cukup beragam. Perusahaan tidak hanya mengejar robot berbentuk manusia, tetapi juga perangkat robotik dengan fungsi yang lebih luas.
Langkah ini sejalan dengan tren banyak pabrikan mobil dunia yang mulai mengembangkan robot pintar. Chery memilih untuk tidak tertinggal dan menjadikan teknologi tersebut sebagai salah satu pilar pertumbuhan baru.
Chery makin jauh dari citra produsen mobil tradisional
Chery Group kini termasuk salah satu produsen otomotif besar di China. Di bawah payung grup itu ada banyak merek, termasuk Chery, Omoda&Jaecoo, Jetour, iCar, Exeed, Lexeed, hingga perusahaan patungan Chery Jaguar Land Rover.
Sejumlah merek tersebut juga sudah masuk pasar Indonesia. Namun lewat dorongan ke sektor robot, Chery tampak ingin membangun identitas yang lebih luas daripada sekadar produsen mobil.
Yin Tongyue bahkan menegaskan bahwa Chery tidak ingin didefinisikan sebagai perusahaan mobil tradisional. Ia ingin grup ini dipandang sebagai perusahaan inovasi berteknologi tinggi yang siap menghadapi masa depan.
Source: oto.detik.com






