BYD M6 tampaknya sedang disiapkan untuk punya wajah baru di Indonesia. Bukan sekadar penyegaran, model ini justru mengarah ke versi plug-in hybrid atau PHEV, yang berpotensi menjadi PHEV pertama BYD untuk pasar Indonesia.
Sinyal itu muncul setelah varian baru M6 kembali terdaftar dengan sejumlah trim berbeda. Daftar tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa BYD sedang menyiapkan langkah lebih serius untuk membawa M6 ke arah elektrifikasi yang lebih luas, setelah M6 EV mencatat penjualan yang stabil sejak meluncur pada 2024.
Daftar varian mengarah ke model PHEV
Pendaftaran terbaru menampilkan delapan varian dengan kode MEH-FWD dan status penggerak roda depan. Semua varian juga memakai transmisi otomatis, dengan harga yang tercantum berada di kisaran Rp 104 juta sampai Rp 123 juta.
Rinciannya adalah MEH-FWD-10T (4×2) A/T Rp 104 juta, MEH-FWD-20T (4×2) A/T Rp 105 juta, MEH-FWD-10Y7 (4×2) A/T Rp 112 juta, MEH-FWD-10Y6 (4×2) A/T Rp 113 juta, MEH-FWD-20Y7 (4×2) A/T Rp 115 juta, MEH-FWD-20Y6 (4×2) A/T Rp 116 juta, MEH-FWD-10A7 (4×2) A/T Rp 122 juta, dan MEH-FWD-10A6 (4×2) A/T Rp 123 juta.
Format kode itu menarik perhatian karena seluruh model memakai pola yang sama. Kehadiran kode MEH, FWD, dan angka di belakangnya memberi kesan bahwa daftar tersebut bukan sekadar satu varian tunggal, melainkan beberapa pilihan trim yang disiapkan sekaligus.
Mengarah ke Song Max PHEV
M6 PHEV yang akan dijual di Indonesia sangat mungkin merupakan BYD Song Max, model yang menjadi basis M6 di pasar global. Song Max sendiri sudah lama tidak dijual di negara asalnya, tetapi tetap hadir di luar negeri, dan versi DM-i telah lebih dulu tersedia sebagai model plug-in hybrid.
Secara teknis, Song Max DM-i mengandalkan motor listrik dengan tenaga 197 ps dan torsi 325 Nm. Sisi mesin bensinnya menghasilkan tenaga 110 ps dan torsi 135 Nm, lalu dipadukan dengan Blade Battery 18,3 kWh.
Kombinasi itu membuat jarak tempuh listrik murninya mencapai 105 km. Saat mesin bensin ikut bekerja, jarak tempuh totalnya bisa melebihi 1.000 km, sebuah angka yang memang sesuai karakter MPV PHEV yang menekankan efisiensi dan jarak jelajah panjang.
Harga pendaftaran belum tentu harga jual
Walau daftar harga sudah muncul, angka tersebut belum bisa dibaca sebagai harga resmi. Banderol itu dinilai terlalu rendah untuk sebuah MPV berteknologi PHEV, dan setelah pajak, harga jualnya berpotensi lebih tinggi dari angka yang tercantum.
Namun, harga pendaftaran juga tidak selalu sama dengan harga jual akhir. BYD Atto 1 menjadi contoh bahwa harga pasar bisa saja berbeda jauh dari angka yang lebih dulu terdaftar, karena model itu justru dijual di bawah Rp 200 jutaan dan menjadi salah satu mobil listrik termurah di Indonesia.
Kondisi ini membuat M6 PHEV tetap menarik untuk dipantau. Jika benar masuk pasar, model ini berpotensi mengisi celah MPV hybrid yang selama ini belum ramai diisi, terutama di kelas yang lebih terjangkau.
Posisi pasar tidak sama dengan Darion PHEV
Kehadiran M6 PHEV juga tidak otomatis menjadikannya lawan langsung Wuling Darion PHEV. Dimensi M6 lebih mengarah ke low atau medium MPV, sedangkan Darion tampil lebih besar dan boxy, dengan karakter yang mirip Toyota Voxy.
Perbedaan ukuran itu membuat persaingan keduanya tidak sepenuhnya sekelas. Jika M6 PHEV benar dibanderol lebih terjangkau, maka posisinya justru bisa menjadi alternatif MPV hybrid yang lebih kecil, bukan penantang langsung bagi Darion PHEV.
Di sisi lain, sinyal kehadiran model ini menunjukkan bahwa BYD memang menyiapkan langkah baru untuk Indonesia. Ada kemungkinan M6 PHEV diperkenalkan di GIIAS 2026, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari BYD.
Arah elektrifikasi baru untuk M6
Bila rencana ini berlanjut, M6 bisa berubah dari sekadar MPV listrik menjadi model dengan dua pilihan elektrifikasi. Versi PHEV juga disebut berada di atas EV dalam positioning produk, dengan fokus pada efisiensi, kenyamanan keluarga, layar putar, kamera 360 derajat, dan ADAS lengkap.
Di pasar Indonesia, BYD M6 EV saat ini dijual dalam tiga varian, yakni Standard 7-Seater Rp 383.000.000, Superior 7-Seater Rp 423.000.000, dan Superior Captain Seat 6-Seater Rp 433.000.000. Jika versi PHEV benar masuk, maka BYD akan punya opsi MPV hybrid yang menyasar kebutuhan berbeda di segmen keluarga.
