Honda BeAT kerap jadi incaran curanmor bukan semata karena harganya, melainkan karena motor ini sangat mudah dipasarkan kembali dan jumlahnya amat banyak di jalanan. Kondisi itu membuat pelaku melihatnya sebagai target yang cepat dicuri, cepat dipindahkan, dan cepat dijual.
Di berbagai daerah, kasus pencurian BeAT sering muncul di parkiran minimarket, area kos, hingga halaman rumah. Pola ini menunjukkan bahwa sasaran curanmor tidak selalu dipilih karena kelemahan satu faktor saja, melainkan gabungan antara populasi besar, keamanan yang kerap lengah, dan peluang jual-beli suku cadang yang tinggi.
Populasi besar membuat motor ini mudah “larut” di pasar gelap
Honda BeAT sudah lama menjadi tulang punggung penjualan PT Astra Honda Motor. Karena jumlahnya sangat masif, motor ini jauh lebih mudah disamarkan setelah dicuri dibanding model yang populasinya lebih sedikit.
Tingginya jumlah unit juga membantu pelaku menjual motor curian tanpa banyak kecurigaan. Bentuknya yang sangat umum membuat identifikasi kendaraan hasil curian lebih sulit, karena banyak unit terlihat mirip satu sama lain.
Unit lawas masih menyisakan celah keamanan
Sebagian varian lama Honda BeAT masih memakai anak kunci konvensional. Sistem ini lebih rentan dibobol dengan alat seperti kunci T, letter T modifikasi, obeng khusus, atau alat congkel rumah kunci.
Dalam kondisi motor diparkir di tempat sepi tanpa pengawasan, pelaku hanya butuh waktu singkat untuk merusak rumah kunci. Meski varian terbaru sudah memakai key shutter dan sebagian sudah menggunakan smart key, populasi unit lawas masih besar di jalan.
Bobot ringan memudahkan pengangkutan
Honda BeAT dikenal ringan, dengan bobot rata-rata sekitar 90 kg. Karakter ini memang memudahkan pemakaian harian, tetapi juga mempermudah pelaku ketika motor hendak dipindahkan secara paksa.
Motor yang ringan lebih gampang didorong, diangkat ke mobil pikap, atau dibawa ke lokasi aman untuk dibongkar. Dibanding motor yang lebih berat, proses pencurian BeAT bisa dilakukan dengan tenaga dan waktu yang lebih efisien.
Spare part yang laku keras menambah daya tarik
Selain mudah dijual utuh, komponen Honda BeAT juga punya pasar yang besar. Mesin, velg, body panel, lampu, ECU, hingga suspensi mudah dipasarkan kembali karena pengguna motor ini memang sangat banyak.
Kondisi itu membuat sejumlah pelaku tidak selalu menjual motor curian dalam bentuk utuh. Mereka memilih membongkar unit hasil curian lalu melepasnya per bagian agar lebih cepat laku di pasar komponen.
Kelalaian pemilik ikut membuka peluang
Banyak pemilik masih mengandalkan kunci bawaan pabrik tanpa pengaman tambahan. Padahal, kunci cakram, alarm motor, GPS tracker, dan gembok roda bisa menambah hambatan bagi pelaku.
Saat motor dibiarkan tanpa perlindungan ekstra, pelaku memiliki ruang gerak yang lebih luas. Risiko makin besar jika motor diparkir di gang sempit, area gelap, pinggir jalan, atau tempat yang tidak memiliki CCTV.
Pencegahan tetap bisa dilakukan
Pemilik Honda BeAT dapat menekan risiko pencurian dengan memakai kunci tambahan dan memilih lokasi parkir yang lebih aman. Tempat terang dan diawasi kamera jauh lebih baik dibanding area sepi tanpa pantauan.
Alarm aftermarket dan GPS tracker juga dapat menjadi lapisan pengaman tambahan. Jika memungkinkan, memilih varian terbaru dengan sistem keyless bisa membantu mengurangi celah keamanan pada unit lawas.
Pada akhirnya, BeAT menjadi sasaran empuk bukan karena motornya buruk, tetapi karena sangat populer, mudah dijual kembali, dan pada sebagian unit masih memiliki celah keamanan yang bisa dimanfaatkan pelaku. Karena itu, kebiasaan parkir dan perlindungan tambahan menjadi faktor penting untuk menjaga motor tetap aman.
