Deepal S05 Datang Bawa Kabin Lebih Luas, Siap Menantang Jaecoo J7 di Indonesia

Changan Deepal S05 berpotensi menjadi penantang baru di segmen SUV elektrifikasi Indonesia, dan arah persaingannya langsung mengarah ke Jaecoo J7 SHS. Yang membuat duel ini menarik, S05 tidak hadir sebagai BEV seperti S07 dan Lumin, melainkan sebagai mobil PHEV dengan karakter yang berbeda.

Changan sebelumnya sudah membawa S07 dan Lumin ke Indonesia sebagai mobil listrik murni. Keduanya disebut sukses menarik konsumen setelah meluncur beberapa bulan lalu, sehingga kehadiran Deepal S05 menjadi langkah lanjutan yang lebih agresif di pasar lokal.

Di atas kertas, S05 masuk ke kelas yang ramai sesama SUV PHEV bermesin bensin 1.500 cc. Namun Jaecoo J7 SHS disebut sebagai lawan yang paling sepadan, meski keduanya tampil dengan pendekatan desain yang sangat berbeda.

Desain dan kabin jadi pembeda utama

Jaecoo J7 tampil lebih boxy dan maskulin, dengan kesan mewah yang tetap terasa meski harganya disebut cukup terjangkau. Sebaliknya, Deepal S05 membawa desain yang lebih tajam, sporty, dan futuristik, dengan minim grille sehingga sekilas terlihat seperti SUV listrik murni.

Pendekatan visual itu juga memengaruhi karakter kabin keduanya. S05 menawarkan ruang dalam yang lebih lapang, dengan headunit 15,4 inci di dasbor dan tata letak interior yang dibuat simpel agar terlihat bersih.

Pada J7, suasana kabin dibuat lebih ramai. Model ini dibekali speaker Sony, headunit 14,8 inci, serta head-up display yang menampilkan sejumlah informasi ke kaca depan.

Karena dimensinya lebih kecil dari S05, kabin J7 disebut terasa sedikit lebih sempit. Meski begitu, tampilannya masih memunculkan kesan mewah yang cukup kental.

Performa mesin dan jarak tempuh

Di sektor teknis, keduanya sama-sama memakai mesin bensin 1.500 cc. Bedanya, Jaecoo J7 sudah menggunakan turbo dan sistem PHEV Super Hybrid System, penggerak roda depan, tenaga 342 hp, serta torsi 525 Nm.

Deepal S05 memilih konfigurasi yang lebih sederhana karena tidak memakai turbo. Outputnya berada di angka 215 hp dan torsi 320 Nm, sehingga posisinya di atas kertas masih di bawah J7 dalam urusan performa puncak.

Untuk jarak tempuh, J7 SHS diklaim mampu melaju hingga 1.300 km dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik. Jarak tempuh listrik murninya mencapai 100 km.

Deepal S05 punya angka yang menarik di sisi lain, karena jarak tempuh listriknya disebut mencapai 170 km. Total jarak tempuhnya tidak dirinci, namun mobil ini dikatakan bisa melaju lebih dari 1.000 km dan masuk kategori REEV atau range extended electric vehicle.

Harga jadi faktor penentu berikutnya

Jaecoo J7 SHS sudah dipasarkan dengan harga sekitar Rp 550 jutaan. Posisi harga itu membuatnya cukup menarik untuk kelas SUV PHEV, apalagi dengan kombinasi jarak tempuh panjang dan fitur yang ditawarkan.

Namun harga Deepal S05 belum diumumkan karena model ini belum diluncurkan. Karena itu, perbandingan keduanya baru bisa dilakukan dari sisi spesifikasi dan strategi produk, bukan dari angka banderol.

Kalau Changan ingin membuat S05 kompetitif, harga model ini perlu mendekati J7 SHS atau bahkan lebih murah. Peluang itu akan semakin besar bila mobil dirakit lokal, meski mobil PHEV tidak mendapat insentif seperti mobil listrik pada tahap awal.

Bagi pasar Indonesia, kehadiran Deepal S05 tetap penting karena membuka pilihan baru di segmen SUV elektrifikasi. Jika benar masuk dengan positioning yang tepat, model ini bisa menjadi opsi menarik bagi konsumen yang mencari SUV PHEV dengan jarak tempuh panjang dan karakter desain yang berbeda dari para rivalnya.

Source: ridertua.com

Terkait