Honda kembali memberi penyegaran pada SH125i dan SH150i 2026, dua skutik premium roda 16 inci yang hanya berbeda kapasitas mesin. Perubahan paling mencuri perhatian ada pada warna Vetro Blue yang kini menjadi hero color dengan bodi transparan.
Di pasar Eropa, model ini tetap diposisikan sebagai skutik ramping premium yang sudah lama dikenal lewat karakter praktis dan reputasinya. Menariknya, di segmen yang sama kini muncul QJMotor SQ16 dari Tiongkok yang menawarkan harga lebih rendah dengan pendekatan fitur dan tenaga yang agresif.
Warna baru, tampilan khas tetap dipertahankan
Penyegaran visual pada SH125i dan SH150i 2026 tidak mengubah identitas desain utamanya. Honda masih mempertahankan ciri model SH, dengan headlamp di area tengah atau bawah, lampu sein di bagian atas, serta lampu DRL di batok depan.
Kini bentuk lampu utama terlihat lebih menyipit, sementara lekukan bodinya tetap mengarah ke tampilan kalem dan tidak terlalu agresif. Selain Vetro Blue, Honda juga menawarkan Mat Lucent Silver Metallic, Mat Jeans Blue Metallic, dan Mat Pearl Diaspro Red.
Mesin tetap, karakter tetap halus
Honda tidak melakukan ubahan pada sektor mesin. SH125i dan SH150i 2026 masih memakai mesin satu silinder 125cc atau 157cc eSP+ 4-katup berpendingin radiator, dipadukan dengan transmisi CVT dan sudah lolos emisi Euro5+.
Tenaga maksimalnya berada di 12,8 hp pada 8.250 rpm untuk SH125i dan 16,6 hp pada 8.500 rpm untuk SH150i. Torsi puncaknya masing-masing 12 Nm dan 14,9 Nm pada 6.500 rpm.
Karakter mesin Honda ini dikenal halus, efisien, dan minim getaran. Responsnya juga cenderung linear, sehingga cocok untuk penggunaan harian yang mengutamakan kenyamanan.
Dimensi kompak dan kaki-kaki roda 16 inci
Secara ukuran, skutik ini punya dimensi 2.090 x 730 x 1.155 mm dengan wheelbase 1.350 mm. Ground clearance tercatat 145 mm, tinggi jok 799 mm, bobot 138 kilogram, dan kapasitas tangki bahan bakar 7 liter.
Honda memakai rangka tubular dan kombinasi roda 16 inci di depan serta belakang. Ban yang digunakan berukuran 100/80 di depan dan 120/80 di belakang, dengan suspensi teleskopik 33 mm di depan dan dual shock di belakang.
Sistem pengeremannya memakai cakram 240 mm di depan dengan kaliper 2-piston dan cakram 240 mm di belakang. Susunan ini mendukung karakter skutik urban yang stabil dan praktis untuk mobilitas harian.
Fitur premium tetap jadi daya tarik utama
Di sisi perlengkapan, SH125i dan SH150i 2026 membawa paket yang cukup lengkap untuk kelasnya. Panel instrumen sudah TFT berwarna 4,2 inci dan bisa terhubung ke ponsel lewat Honda RoadSync.
Fitur lain mencakup lampu full LED, port USB Type-C, Smart Key Honda, Idling Stop System, kontrol traksi HSTC, dan ABS dual-channel. Bagasi juga disebut sekitar 28 liter, sementara kualitas bangunannya masuk salah satu yang terbaik di kelas skutik premium ringkas.
Motor ini juga sudah dilengkapi smart top box di belakang untuk membawa barang lebih banyak. Di pasar Eropa, harganya dibanderol 4.199 pound sterling atau sekitar Rp 98,3 jutaan.
QJMotor SQ16 hadir sebagai penantang yang lebih murah
Di segmen yang sama, QJMotor SQ16 tampil sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Skutik ini mengusung mesin satu silinder 125cc EFI berpendingin cairan dengan tenaga 15 hp pada 8.750 rpm dan torsi 12 Nm pada 8.250 rpm.
Secara angka tenaga, SQ16 unggul atas SH125i. Karakternya juga disebut lebih responsif dan terasa lebih galak di atas kertas, meski refinement-nya masih di bawah Honda.
SQ16 juga memakai roda 16 inci dengan desain yang sangat mirip Honda SH125i dan posisi riding yang praktis untuk harian. Fitur yang dibawa meliputi rem cakram depan-belakang dengan ABS, traction control, dua USB charger, dan panel instrumen modern.
Harga QJMotor SQ16 berada di 2.790 euro atau sekitar Rp 56,6 jutaan. Dengan banderol itu, SQ16 menjadi opsi menarik bagi pembeli yang mengutamakan fitur dan tenaga lebih besar dengan budget lebih rendah.
Dua pendekatan berbeda di kelas skutik 125cc premium
Honda SH125i dan SH150i 2026 tetap mengandalkan kualitas, kehalusan, dan reputasi panjang di Eropa. Di sisi lain, QJMotor SQ16 datang dengan strategi harga agresif, fitur banyak, dan tenaga yang lebih besar di atas kertas.
Keduanya sama-sama bermain di kelas skutik ramping beroda 16 inci dengan dek rata dan fokus pada mobilitas urban. Perbedaannya jelas terlihat pada karakter, posisi harga, dan prioritas yang ditawarkan masing-masing model.
Source: ridertua.com






