Mercedes-Benz membawa S-Class terbaru keluar dari panggung pameran dan langsung ke medan uji yang jauh lebih brutal. Dalam rangka perayaan 140 tahun, pabrikan Jerman itu mengirim sedan andalannya keliling dunia sejauh 50.000 kilometer untuk membuktikan daya tahan teknologinya.
Proyek bertajuk “140 Years. 140 Places” ini melibatkan tiga unit S-Class generasi terbaru. Perjalanan dimulai sejak Januari 2026 dan dirancang melintasi enam benua, bukan sekadar menyusuri kota besar, tetapi juga rute-rute yang menantang dari sisi cuaca dan infrastruktur jalan.
Uji ketahanan lintas benua
Mercedes-Benz memulai perjalanan dari Stuttgart, Jerman, lalu bergerak ke pegunungan Swiss yang terjal. Dari sana, rombongan melanjutkan rute ke Prancis dan Spanyol sebelum menyeberang ke benua Amerika.
Di Amerika Selatan, mobil ini tercatat melintas dari Brasil hingga Chile. Setelah itu, rangkaian perjalanan berlanjut ke Asia, menandai fase berikutnya dari misi yang menempuh lintasan sangat panjang tersebut.
Asia Tenggara dilewati, Indonesia tak masuk daftar
Saat memasuki kawasan Asia, rombongan sudah lebih dulu menaklukkan Eropa dan Amerika. Namun, meski menyambangi Asia Tenggara, Indonesia tidak tercantum dalam daftar lokasi yang dikunjungi.
Berdasarkan rilis resmi, iring-iringan hanya dijadwalkan melintas ke Vietnam, Thailand, Singapura, dan Malaysia. Absennya Indonesia menjadi perhatian tersendiri bagi pecinta otomotif di tanah air, apalagi tur ini juga menjadi ajang pembuktian reliabilitas mobil yang sering dianggap sebagai simbol kemewahan.
Mampir ke sejumlah kota besar
Di Korea Selatan, rombongan sempat singgah di Seoul bersamaan dengan peluncuran C-Class elektrik. S-Class terbaru itu juga tampil di ajang Auto China 2026 yang berlangsung di Beijing.
Di setiap pemberhentian, mobil-mobil tersebut mendapatkan sambutan dari komunitas lokal. Kehadiran iring-iringan itu juga disambut oleh mobil klasik koleksi setempat, yang membuat perjalanan ini terasa seperti parade teknologi dan sejarah otomotif.
Misi menunjukkan ketangguhan teknologi
Melalui perjalanan antarbenua ini, Mercedes-Benz ingin menegaskan posisinya sebagai pionir teknologi otomotif. Pengujian dilakukan langsung di bawah tekanan kondisi yang berbeda-beda, mulai dari cuaca hingga karakter jalan di tiap negara.
Bagi kolektor dan penggemar di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, momen ini memberi kesempatan untuk melihat kondisi fisik mobil setelah menempuh puluhan ribu kilometer. Sesuai jadwal, misi keliling dunia ini akan berakhir pada Oktober 2026 saat tiga unit S-Class tersebut kembali ke markas pusat Mercedes-Benz di Stuttgart.
