Penjualan ritel Daihatsu pada April 2026 bergerak naik 11% menjadi 12.300 unit. Di tengah dominasi model LCGC dan kendaraan niaga, Terios justru masih menunjukkan daya tarik yang kuat.
SUV berpenggerak roda belakang itu mencatatkan penjualan 1.154 unit. Angka tersebut menarik perhatian karena Terios terakhir kali diperbarui pada 2023, namun peminatnya belum surut.
Secara bulanan, capaian April lebih tinggi dibanding Maret 2026 yang berada di angka 11.115 unit. Kinerja ini juga tumbuh sekitar 25% dibanding April 2025 yang mencatatkan 9.801 unit.
Dari komposisi penjualan, segmen komersial masih menjadi penopang utama merek ini. Gran Max Series membukukan 6.421 unit atau sekitar 52% dari total penjualan Daihatsu sepanjang April.
Rincian penjualan Gran Max menunjukkan peran kuat kendaraan niaga dalam menopang pasar. Gran Max Pick Up terjual 4.355 unit, sedangkan Gran Max Minibus dan Gran Max Blind Van menyumbang 2.066 unit.
Di sisi lain, segmen kendaraan penumpang tetap memberi kontribusi besar dengan total 5.879 unit. Jumlah itu setara sekitar 48% dari total penjualan ritel Daihatsu pada bulan tersebut.
Terios Masih Bertahan di Tengah Persaingan
Dalam kelompok kendaraan penumpang, LCGC Daihatsu masih menjadi tulang punggung utama. Sigra dan Ayla secara gabungan mencatatkan 3.627 unit atau sekitar 30% dari total penjualan Daihatsu.
Meski begitu, Terios muncul sebagai salah satu model non-LCGC yang masih kuat di pasar. Penjualan 1.154 unit menunjukkan model ini tetap relevan bagi konsumen yang mencari SUV dengan karakter berbeda.
Posisi Terios menjadi menonjol karena pasar saat ini cenderung dipenuhi pilihan model yang lebih baru. Namun, angka penjualannya memperlihatkan bahwa penyegaran model yang tidak terlalu baru belum otomatis membuat minat konsumen melemah.
Setelah itu, penjualan Daihatsu juga ditopang model lain dari beberapa segmen. All New Xenia, Luxio, serta Rocky dan Rocky Hybrid secara gabungan mencatatkan total 2.252 unit.
Kombinasi model tersebut memperlihatkan strategi Daihatsu yang tetap menyasar kebutuhan beragam. Mulai dari MPV keluarga hingga SUV modern, semua masih punya ruang di pasar dalam satu portofolio yang cukup lebar.
LCGC dan Gran Max Tetap Jadi Andalan
Jika dilihat dari struktur penjualan, dua kekuatan utama Daihatsu masih belum berubah. LCGC untuk kebutuhan mobil pertama dan Gran Max untuk kebutuhan usaha tetap menjadi basis volume terbesar.
Sigra dan Ayla mempertahankan posisinya sebagai pilihan dominan di segmen mobil penumpang. Sementara itu, Gran Max terus menjadi andalan utama pada segmen komersial.
PT Astra Daihatsu Motor menilai pola ini mencerminkan arah kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Konsumen dinilai semakin mencari kendaraan yang fungsional, efisien, sekaligus mampu menunjang produktivitas harian.
Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, menyebut konsistensi Sigra dan Ayla sebagai pilihan utama first car buyer berjalan beriringan dengan pertumbuhan Gran Max yang cukup signifikan. Menurut dia, kebutuhan mobilitas saat ini semakin mengarah pada solusi yang tidak hanya efisien, tetapi juga mendukung usaha dan kehidupan keluarga.
Ia juga menilai kendaraan kini menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Karena itu, Daihatsu menyatakan akan terus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan tersebut, didukung layanan purnajual yang semakin mudah dijangkau.
Kenaikan April Jadi Sinyal Positif
Kenaikan penjualan pada April memberi sinyal positif bagi Daihatsu setelah membukukan 11.115 unit pada Maret. Dengan tambahan menjadi 12.300 unit, pertumbuhan bulanan 11% menunjukkan pasar masih memberi ruang bagi model-model yang tepat sasaran.
Pertumbuhan tahunan sekitar 25% juga memperkuat gambaran tersebut. Dibandingkan April 2025 yang berada di 9.801 unit, performa April 2026 menunjukkan peningkatan yang cukup tajam.
Di tengah hasil itu, Terios menjadi salah satu sorotan utama karena tidak datang dari segmen termurah maupun model terbaru. Penjualan lebih dari seribu unit membuktikan SUV lawas ini masih punya basis peminat yang solid.
Fakta tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pasar tidak hanya digerakkan oleh mobil baru atau model berteknologi terkini. Produk dengan reputasi mapan dan karakter yang sesuai kebutuhan konsumen masih bisa mencetak penjualan tinggi.
