Jaecoo Indonesia memilih medan berat Rinjani100 di Lombok untuk menegaskan satu pesan utama: kendaraan hybrid bisa menjadi andalan di jalur ekstrem sekaligus tetap relevan untuk mobilitas harian. Ajang lari lintas alam itu memberi panggung bagi teknologi elektrifikasi Jaecoo di tengah lintasan yang menuntut stabilitas, efisiensi, dan daya tahan.
Partisipasi tersebut juga sejalan dengan upaya mendorong sport tourism berbasis alam di Indonesia. Di Taman Nasional Gunung Rinjani, Jaecoo tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga ikut mendukung operasional lomba yang menarik perhatian peserta internasional.
Mobil hybrid diuji di lintasan menantang
Dalam ajang yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 itu, Jaecoo membawa dua model utama, yaitu Jaecoo J7 SHS-P Discover Edition dan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS. J8 SHS-P ARDIS bahkan dipakai sebagai lead car untuk mendukung jalannya kompetisi di medan yang menantang.
Rinjani100 sendiri bukan ajang kecil. Kompetisi ini sudah digelar sejak 2013 dan pada penyelenggaraan tahun ini diikuti 2.324 pelari dari 38 negara.
Kategori lombanya juga berlapis, mulai dari 12 km hingga 162 km. Ajang ini masuk UTMB qualifying standard dan menjadi bagian dari TorX Experience, sehingga peserta punya peluang mengejar kualifikasi menuju ajang lari internasional di Prancis dan Italia.
Strategi Jaecoo: teknologi, eksplorasi, dan sport tourism
Jaecoo memanfaatkan momentum itu untuk mengaitkan teknologi kendaraan dengan aktivitas luar ruang. Kehadiran lini SHS menjadi cara perusahaan menunjukkan bahwa kendaraan hybrid tetap bisa bekerja efisien tanpa kehilangan performa di kondisi sulit.
Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, menyebut Rinjani100 sebagai platform yang relevan untuk mendukung pengembangan ekosistem sport tourism di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa ajang tersebut selaras dengan semangat eksplorasi yang menjadi karakter Jaecoo.
Jim Ma mengatakan kehadiran Jaecoo J7 SHS-P dan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS ingin menunjukkan bagaimana teknologi hybrid dan sistem penggerak cerdas mampu menghadirkan performa, stabilitas, dan efisiensi di medan yang menantang. Penjelasan itu menempatkan Rinjani100 sebagai ajang pembuktian, bukan sekadar sarana promosi.
Dua model, dua pendekatan elektrifikasi
Sebagai kendaraan berbasis Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV, kedua model itu memakai teknologi Super Hybrid System atau SHS. Sistem tersebut menggabungkan tenaga listrik dan mesin untuk menjaga efisiensi energi tanpa mengorbankan performa.
Jaecoo J7 SHS-P Discover Edition diarahkan ke karakter petualangan yang lebih kuat. Model ini mendapat tambahan roof platform, side box, tactical box, dan hard-shell side awning.
Sementara itu, Jaecoo J8 SHS-P ARDIS membawa mesin 1.5L TGDI Dedicated Hybrid Engine yang dipadukan dengan Electric Hybrid 3DHT. Model ini diklaim mampu menempuh jarak listrik murni hingga 246 km dan total jarak tempuh hybrid mencapai 1.660 km.
Elektrifikasi Jaecoo juga bergerak di pasar Indonesia
Selain lini hybrid, Jaecoo juga memperluas portofolio elektrifikasinya lewat Jaecoo J5 EV sebagai kendaraan listrik murni. Model ini mencatat penjualan 1.942 unit pada Januari, 2.926 unit pada Februari, dan 2.775 unit pada Maret 2026.
Capaian itu menunjukkan respons pasar yang positif terhadap kendaraan listrik di Indonesia. Di saat yang sama, perusahaan terus memperkuat jaringan distribusinya untuk menopang ekspansi yang lebih luas.
Hingga kini, Jaecoo mengoperasikan 32 dealer di Indonesia, termasuk pembukaan terbaru di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Perusahaan juga menyiapkan penambahan 25 dealer baru dan menargetkan 80 outlet hingga akhir tahun untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang di pasar otomotif nasional.
