LEPAS semakin agresif menyiapkan langkah masuk pasar Indonesia dengan dua model listrik murni, E4 dan E6. Di saat yang sama, merek premium di bawah Chery Group itu juga membuka peluang menghadirkan varian hybrid setelah model BEV-nya lebih dulu dipasarkan.
Fokus utama LEPAS saat ini ada pada E4, yang disebut akan lebih dulu meluncur sebelum E6. Temmy Wiradjaja, Vice Country Director LEPAS Indonesia, menegaskan bahwa perusahaan mengejar momentum peluncuran di ajang besar otomotif Tanah Air, sekaligus tidak menggantungkan strategi hanya pada event besar.
Target peluncuran di ajang besar otomotif
LEPAS menargetkan dua panggung penting, yakni GIIAS 2026 dan GJAW 2026. Dalam skema yang dijelaskan Temmy, E4 diupayakan hadir lebih dulu, lalu E6 menyusul, sebelum masing-masing model masuk ke tahap penjualan resmi.
Saat model sudah tampil di pameran, LEPAS menyiapkan pengumuman harga sekaligus penjualan resmi. Pola ini menunjukkan bahwa perusahaan ingin memakai ajang otomotif sebagai panggung pengenalan, bukan sekadar tempat debut produk.
E4 dipastikan diproduksi lokal
Di Indonesia, LEPAS E4 tidak hanya akan dijual, tetapi juga langsung diproduksi secara lokal dengan status SKD atau semi knocked down. Temmy menyebut langkah itu sejalan dengan rencana perusahaan untuk memperkuat kehadiran jangka panjang di pasar Indonesia.
Ia juga mengatakan produksi lokal penting untuk efisiensi, baik dari sisi proses produksi maupun harga produk. LEPAS bahkan sudah memulai produksi lokal untuk L8 PHEV, sehingga pendekatan serupa untuk E4 dinilai menjadi bagian dari strategi yang berkelanjutan.
E6 menyusul, hybrid ikut disiapkan
Selain E4, LEPAS E6 juga masuk daftar model yang disiapkan untuk Indonesia. Namun, untuk model ini, perusahaan belum hanya berhenti pada versi listrik murni karena ada varian hybrid atau plug-in hybrid electric vehicle yang disebut L6 LSH atau LEPAS Super Hybrid.
Temmy menjelaskan bahwa PHEV tetap dipertimbangkan dan disiapkan karena ada kebutuhan dari konsumen yang mengalami range anxiety. Ia juga menilai permintaan PHEV ikut tumbuh, meski laju pertumbuhannya masih lebih lambat dibanding BEV.
BEV tetap jadi prioritas awal
Meski PHEV sudah masuk radar, LEPAS menegaskan bahwa prioritas awal tetap pada battery electric vehicle. Strategi ini menunjukkan perusahaan ingin memperkuat lini mobil listrik murni lebih dulu, sambil tetap menjaga opsi untuk pasar hybrid yang terus berkembang.
Pendekatan itu juga memperlihatkan bahwa LEPAS membaca pasar Indonesia secara bertahap. Di satu sisi, BEV menjadi ujung tombak awal, dan di sisi lain PHEV disiapkan sebagai lanjutan untuk menjangkau calon konsumen yang masih memerlukan fleksibilitas penggunaan.
Ekspansi LEPAS di Indonesia makin jelas
Dengan rencana peluncuran E4, E6, dan opsi hybrid setelahnya, LEPAS mulai menunjukkan arah ekspansi yang lebih tegas di Indonesia. Kombinasi peluncuran bertahap, produksi lokal, dan kesiapan varian elektrifikasi berbeda memberi gambaran bahwa merek ini tidak datang hanya untuk sekadar mengisi pasar.
Bagi pasar otomotif Tanah Air, langkah ini menarik karena menunjukkan bahwa persaingan mobil listrik akan makin ramai. LEPAS ingin masuk lewat E4 sebagai pembuka, lalu memperluas portofolio dengan E6 dan varian hybrid yang disiapkan setelahnya.
