Jetour T2 i-DM Siap Dirakit Lokal, SUV Hybrid 375 PS Ini Janjikan 1.000 Km Sekali Isi

Pasar SUV elektrifikasi di Indonesia diperkirakan semakin panas pada 2026, dan Jetour menyiapkan langkah yang cukup agresif. Setelah lebih dulu memperkenalkan versi bensin, Jetour Indonesia memastikan T2 i-DM akan masuk ke Tanah Air pada semester kedua tahun ini.

Yang membuat model ini menarik bukan hanya teknologi plug-in hybrid yang dibawanya, tetapi juga status rakitan lokal atau CKD. Strategi itu menempatkan T2 i-DM sebagai SUV hybrid premium yang dibidik untuk konsumen yang mencari tenaga besar, efisiensi, dan karakter SUV tangguh dalam satu paket.

Langkah lanjutan setelah versi bensin

Jetour sebelumnya sudah lebih dulu menghadirkan T2 bermesin bensin di Indonesia. Varian tersebut memakai mesin 2.000 cc T-GDI dengan tenaga 245 PS dan torsi 375 Nm.

Tenaga disalurkan lewat transmisi 7-speed Dual Clutch Transmission (DCT). Pihak Jetour mengklaim versi bensin ini mampu melesat 0-100 km/jam dalam 8,7 detik.

Kehadiran T2 bermesin bensin menjadi pembuka jalan sebelum Jetour membawa teknologi elektrifikasi ke lini yang sama. Kini, fokusnya bergeser ke T2 i-DM sebagai model yang lebih modern dan lebih bertenaga.

Tenaga naik jauh, konsumsi tetap efisien

Jetour T2 i-DM memakai mesin bensin 1.5 liter turbocharged yang dipadukan dengan dua motor listrik. Kombinasi itu bekerja melalui transmisi hybrid 3-speed DHT atau Dedicated Hybrid Transmission.

Dari konfigurasi tersebut, output totalnya mencapai 375 PS dengan torsi 610 Nm. Catatan ini membuat performanya melampaui versi bensin reguler secara signifikan.

SUV ini juga diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 7,5 detik. Untuk SUV berukuran besar dengan tampilan off-road, angka itu tergolong menarik di kelasnya.

Bisa jalan 160 km tanpa bensin

Salah satu nilai jual utama T2 i-DM ada pada kemampuan berkendara full EV. Dengan baterai penuh, mobil ini diklaim bisa menempuh jarak hingga 160 kilometer tanpa mengonsumsi bensin.

Kapasitas itu membuatnya relevan untuk penggunaan harian di perkotaan. Dalam kondisi baterai dan tangki bensin sama-sama penuh, jarak tempuh totalnya disebut bisa melampaui 1.000 kilometer.

Kombinasi tersebut memberi fleksibilitas lebih besar bagi pengguna yang sering berpindah dari perjalanan dalam kota ke rute antarkota. Di sisi lain, karakter ini juga membuat T2 i-DM masuk ke segmen yang semakin dilirik konsumen elektrifikasi.

Dirakit lokal dan dibidik di segmen premium

Jetour Indonesia memastikan T2 i-DM hadir dengan status CKD di Indonesia. Langkah ini dinilai strategis karena bisa membantu menekan harga jual agar lebih kompetitif di pasar domestik.

Produksi lokal juga menunjukkan keseriusan Jetour dalam membangun kehadirannya di industri otomotif nasional. Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, peluang untuk menghadirkan model elektrifikasi lain di Indonesia juga terbuka lebih lebar.

Soal harga, Jetour telah memberi sinyal banderol di kisaran Rp 838 juta. Posisi itu menempatkan T2 i-DM di segmen SUV premium elektrifikasi, dengan paket fitur yang cukup padat.

Bermodal fitur dan karakter yang kuat

Selain teknologi plug-in hybrid, T2 i-DM juga mempertahankan desain SUV gagah bergaya off-road. Karakter ini menjadi pembeda penting karena banyak calon pembeli SUV elektrifikasi tetap mencari tampilan tangguh dan rasa berkendara yang lebih maskulin.

Kombinasi tenaga 375 PS, torsi 610 Nm, mode listrik murni 160 km, dan jarak tempuh total lebih dari 1.000 km menjadi bekal utama model ini. Dengan paket seperti itu, Jetour T2 i-DM berpotensi menjadi rival baru di pasar SUV hybrid dan PHEV Indonesia.

Tren elektrifikasi di Indonesia terus bergerak, dan segmen plug-in hybrid mulai mendapat ruang lebih besar. Di tengah perubahan itu, Jetour T2 i-DM hadir sebagai opsi yang mencoba menggabungkan performa besar, efisiensi, dan fleksibilitas dalam satu SUV rakitan lokal.

Terkait