Chery menyiapkan ekspansi produk besar hingga 2030 dengan fokus yang semakin tegas pada kendaraan keluarga. Strategi global ini menjadi sinyal penting karena Indonesia dan Asia Tenggara termasuk pasar yang dinilai sangat dipengaruhi kebutuhan mobilitas rumah tangga.
Dalam rencana tersebut, Chery akan meluncurkan 13 model baru dalam dua tahun ke depan. Jajarannya tidak hanya bertambah dari sisi jumlah, tetapi juga mencakup pilihan teknologi penggerak yang lebih luas untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang berbeda.
CEO of Chery Brand, Jeff Zhang, menyatakan tema kendaraan keluarga akan menjadi pusat strategi global Chery untuk periode 2026–2030. Arah ini menunjukkan bahwa pengembangan produk tidak lagi hanya bertumpu pada desain dan performa, tetapi juga pada relevansi penggunaan harian.
Konteks ini penting bagi pasar seperti Indonesia. Di kawasan Asia Tenggara, keputusan pembelian mobil disebut sangat dipengaruhi oleh pertimbangan keluarga, mulai dari aspek keamanan hingga kenyamanan untuk aktivitas sehari-hari.
Chery menilai permintaan di Indonesia terus meningkat untuk kendaraan yang aman, nyaman, praktis, dan mampu mendukung kebutuhan mobilitas rutin. Karena itu, perusahaan menekankan integrasi produk, teknologi, dan layanan agar solusi yang ditawarkan terasa lebih dekat dengan kehidupan keluarga modern.
Dari sisi produk, 13 model baru itu akan hadir dengan pilihan powertrain yang semakin lengkap. Chery menyiapkan mobil bermesin bensin, mild hybrid, hybrid, hingga kendaraan listrik murni atau EV.
Ragam model yang disiapkan juga tidak terbatas pada satu jenis bodi. Chery menyebut ekspansi ini akan mencakup segmen SUV, sedan, dan pikap.
Kombinasi tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan ingin memperluas jangkauan pasar secara menyeluruh. Konsumen yang masih membutuhkan mesin konvensional tetap disasar, sementara pasar elektrifikasi juga terus dibangun secara bertahap.
Pendekatan ini memberi ruang bagi Chery untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan tiap negara. Pasar yang belum sepenuhnya siap beralih ke EV masih bisa dilayani dengan opsi bensin, mild hybrid, atau hybrid.
Di saat yang sama, Chery juga menekankan sisi inovasi teknologi sebagai bagian dari strategi jangka menengahnya. Pengembangan yang disorot mencakup baterai solid-state, AI agents, dan Valet Parking Driver atau VPD.
Baterai solid-state menjadi salah satu area yang paling menarik karena sering dikaitkan dengan lompatan teknologi kendaraan listrik. Meski belum dijabarkan detail penerapannya pada model tertentu, arah pengembangannya menunjukkan bahwa Chery ingin menyiapkan fondasi teknologi untuk fase berikutnya.
AI agents dan VPD menandakan fokus perusahaan pada mobilitas yang lebih cerdas dan terhubung. Teknologi seperti ini bukan hanya soal fitur tambahan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan pengalaman penggunaan kendaraan sehari-hari.
Chery juga memperluas ekosistem mobilitas cerdas bersama AiMOGA Robotics. Langkah ini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih terhubung antara kendaraan dan robot.
Kolaborasi semacam itu menunjukkan bahwa strategi Chery tidak berhenti pada peluncuran model baru. Perusahaan juga mencoba membangun ekosistem yang memadukan kendaraan, kecerdasan buatan, dan pengalaman pengguna dalam satu arah pengembangan.
Selain memperkuat produk dan teknologi, Chery menargetkan penambahan 35 kemitraan baru pada 2026. Ekspansi itu akan didukung penguatan pemasaran di media, pengembangan talenta, dan peningkatan pengalaman pelanggan.
Target kemitraan baru ini memberi gambaran bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada sisi hulu seperti produk dan riset. Jaringan kerja sama dan kualitas interaksi dengan konsumen juga ditempatkan sebagai pilar pertumbuhan.
Langkah tersebut relevan dengan persaingan industri otomotif yang makin padat. Kehadiran model baru biasanya perlu diimbangi dukungan distribusi, pemasaran, dan layanan agar penetrasi pasar bisa berjalan lebih kuat.
Bagi konsumen di Indonesia, strategi yang menempatkan keluarga sebagai pusat pengembangan berpotensi menjadi faktor pembeda. Fokus pada keamanan, kenyamanan, kepraktisan, dan dukungan untuk aktivitas harian sesuai dengan karakter kebutuhan pasar yang selama ini cukup dominan.
Dengan 13 model baru, ragam teknologi penggerak, pengembangan fitur cerdas, serta perluasan ekosistem dan kemitraan, Chery sedang menyiapkan fase pertumbuhan yang lebih agresif menuju 2030. Pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tampaknya akan menjadi salah satu wilayah penting dalam implementasi strategi tersebut.
