Nissan Pangkas Produksi Di Eropa, 900 Karyawan Terancam PHK Akibat Tekanan China

Author: Qoo Media

Nissan bergerak memangkas biaya dengan langkah besar di Eropa, termasuk menutup salah satu dari dua jalur produksi di pabrik Sunderland, Inggris. Perusahaan juga menyiapkan pemutusan hubungan kerja untuk sekitar 900 karyawan di kawasan Eropa sebagai bagian dari restrukturisasi.

Keputusan itu menambah tekanan pada salah satu pusat produksi terpenting Nissan di Eropa. Pabrik Sunderland selama ini menjadi satu-satunya pabrik Nissan di Eropa dan memproduksi model Leaf baru, Juke, serta Qashqai.

Tekanan pasar memaksa perombakan

Nissan menyebut langkah ini sebagai upaya membentuk bisnis yang lebih ramping dan tangguh. Perusahaan ingin lebih cepat beradaptasi dengan perubahan pasar yang terus bergerak.

Tantangan itu datang dari persaingan yang makin ketat di Eropa, terutama dari merek-merek asal China. Nissan juga terdampak persaingan di pasar global dan kenaikan tarif impor untuk ekspornya ke AS.

Pangsa pasar Nissan di Inggris ikut tergerus. Dalam empat bulan pertama tahun ini, posisinya turun menjadi 3,7 persen dari 5,6 persen pada 2016.

Di saat yang sama, pesaing dari China dan merek lain terus menekan posisi Nissan. Chery mencatat pangsa pasar hampir 5 persen hingga April, sementara MG berada di 4 persen dan BYD 3,45 persen, menurut data SMMT.

Dampak ke pabrik Sunderland

Penutupan satu jalur produksi di Sunderland diperkirakan terjadi pada paruh kedua tahun ini. Jalur produksi yang tersisa akan beralih ke tiga shift untuk menutup hilangnya kapasitas.

Autocar melaporkan Nissan sudah menegaskan tidak ada PHK di pabrik Sunderland. Namun, beberapa posisi di Inggris tetap berpotensi dihapus, meski perusahaan belum merinci pembagian dampaknya.

Nissan berharap pihak lain bisa mengambil alih lini produksi yang ditutup. Dua produsen asal China, Chery dan Dongfeng, disebut tertarik pada tawaran tersebut.

Pabrik Sunderland memproduksi 273.174 mobil tahun lalu. Angka itu turun dari level tertingginya yang pernah berada di atas setengah juta unit.

Restrukturisasi lebih luas di Eropa

Langkah di Sunderland bukan satu-satunya penyesuaian yang sedang ditinjau Nissan. Perusahaan juga mempertimbangkan penutupan sebagian gudang suku cadang di Barcelona dan peralihan ke model importir di negara-negara Nordik.

Di Inggris, Nissan masih menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar dengan sekitar 6.000 pekerja di Sunderland. Karena itu, setiap perubahan di pabrik ini punya dampak besar bagi rantai produksi dan tenaga kerja lokal.

Di tingkat global, Nissan memang tengah menekan biaya secara agresif. Perusahaan telah menutup tujuh pabrik sebagai bagian dari kampanye di bawah CEO Ivan Espinosa untuk memulihkan kondisi keuangannya.

Tekanan keuangan itu tidak kecil. Nissan membukukan kerugian sebesar £3,8 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025.

Kombinasi antara persaingan yang makin tajam, perubahan permintaan pasar, dan biaya yang terus ditekan membuat restrukturisasi Nissan tampak masih akan berlanjut. Langkah di Eropa menjadi salah satu sinyal paling jelas bahwa perusahaan sedang merombak operasinya untuk bertahan di pasar yang semakin ketat.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru