Leapmotor B10 Siap Masuk Indonesia, 215 Tk Dan 17 ADAS Bikin Rival Waspada

Author: Qoo Media

Leapmotor B10 mulai mencuri perhatian menjelang debut resminya di GIIAS 2026. SUV listrik asal China ini diposisikan sebagai amunisi baru di segmen kendaraan listrik menengah dengan modal spesifikasi yang cukup agresif.

Yang membuatnya semakin menarik, PT Indomobil National Distributor memastikan model yang masuk ke Indonesia adalah varian tertinggi. Kombinasi fitur modern, tenaga besar, dan estimasi harga yang masih disebut kompetitif membuat B10 berpeluang jadi penantang serius di kelas SUV listrik ringkas.

Platform LEAP 3.5 jadi fondasi utama

Leapmotor B10 dibangun di atas platform LEAP 3.5 yang sudah mengadopsi teknologi Cell-to-Chassis atau C2C. Teknologi ini mengintegrasikan baterai langsung ke struktur rangka kendaraan.

Pendekatan tersebut memberi beberapa keuntungan sekaligus, mulai dari kabin yang lebih lega, bobot yang lebih efisien, stabilitas yang lebih baik, hingga handling yang terasa lebih mantap. Dengan basis itu, B10 tidak hanya mengejar efisiensi daya, tetapi juga karakter berkendara yang lebih utuh.

Tenaga 215 Tk dan torsi 240 Nm

Di sektor performa, Leapmotor B10 membawa motor listrik dengan tenaga 215 Tk atau 160 kW. Torsi yang dihasilkan mencapai 240 Nm, dengan akselerasi 0-100 kpj diklaim sekitar 8 detik.

Angka tersebut menempatkan B10 sebagai SUV listrik yang cukup bertenaga untuk penggunaan harian. Karakternya juga disebut tetap nyaman saat dipakai di dalam kota maupun ketika melaju di jalan tol.

Baterai besar, jarak tempuh panjang

Untuk daya jelajah, Leapmotor B10 dibekali baterai 67,1 kWh. Berdasarkan pengujian standar CLTC, mobil ini diklaim mampu menempuh hingga 600 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Jika mengacu ke standar WLTP, jarak tempuhnya berada di kisaran 434 kilometer. Kapasitas ini membuat B10 terlihat cukup relevan bagi pengguna yang membutuhkan mobil listrik untuk mobilitas harian sekaligus perjalanan luar kota.

ADAS lengkap hingga 17 fitur

Daya tarik lain datang dari sisi keselamatan dan bantuan berkendara. Leapmotor B10 dibekali hingga 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS.

Beberapa fitur yang disebut tersedia antara lain Adaptive Cruise Control, Lane Centering Control, kamera 360 derajat, Automatic Emergency Braking, Blind Spot Monitoring, dan Lane Keeping Assist. Paket ini membuat B10 masuk ke jajaran SUV listrik yang menawarkan sistem keamanan modern dan lengkap.

Suspensi dikembangkan bersama tim Maserati

Sektor kaki-kaki juga menjadi sorotan karena sistem suspensinya dikembangkan dengan melibatkan tim dari Maserati. Pengembangan ini ditujukan agar mobil tetap nyaman digunakan harian, tetapi juga stabil saat melaju dalam kecepatan tinggi.

Nilai tambah tersebut penting di segmen SUV listrik kompak, karena konsumen biasanya mencari mobil yang seimbang antara kenyamanan, rasa berkendara, dan kestabilan. Kehadiran sentuhan dari tim Maserati memberi kesan bahwa Leapmotor juga memberi perhatian besar pada karakter suspensi.

Harga Indonesia masih menunggu pengumuman resmi

Hingga kini, harga resmi Leapmotor B10 di Indonesia belum diumumkan. Namun, banyak pihak memperkirakan banderolnya akan berada di rentang Rp300 jutaan hingga Rp400 jutaan.

Sebagai pembanding, model ini dijual di China mulai dari 99.800 yuan atau sekitar Rp250 jutaan, serta 119.800 yuan atau sekitar Rp305 jutaan. Harga di Indonesia kemungkinan akan lebih tinggi karena faktor pajak impor, biaya distribusi, proses perakitan lokal, dan regulasi kendaraan di Indonesia.

Jika banderol akhirnya tetap berada di level yang kompetitif, Leapmotor B10 berpotensi menjadi salah satu opsi paling menarik di tengah persaingan SUV listrik yang kian ramai. Kehadirannya di GIIAS 2026 juga akan menjadi momen penting untuk melihat seberapa besar daya tarik SUV listrik ini di pasar Indonesia.

Source: moladin.com
Terbaru