Honda Prospect Motor buka suara setelah pemerintah menyiapkan insentif baru untuk mobil listrik berbasis baterai, tetapi belum memasukkan mobil hybrid ke dalam skema yang sama. Sikap Honda kini menunggu aturan resmi keluar sebelum menentukan langkah lanjutan di pasar Indonesia.
Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director HPM, mengatakan perusahaan memahami kebijakan pemerintah dibuat dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, kebijakan itu diarahkan untuk membantu masyarakat membeli kendaraan ramah lingkungan yang lebih terjangkau.
Menunggu aturan teknis
Billy menyampaikan Honda masih memantau arah kebijakan yang akan diterapkan nanti. Ia menegaskan perusahaan belum akan bergerak lebih jauh sebelum aturan teknis diterbitkan pemerintah.
“Kami akan memonitor aturannya yang akan keluar nanti dan tentu akan terus menyesuaikan strategi kami dengan arahan kebijakan pemerintah sambil berusaha terus menawarkan berbagai pilihan produk dengan value tinggi bagi konsumen,” ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (8/5).
Di sisi pemerintah, stimulus otomotif baru itu mencakup insentif untuk pembelian kendaraan elektrifikasi mobil listrik berbasis baterai. Bentuk keringanan yang disiapkan adalah diskon pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah atau PPN DTP.
Skema insentif untuk mobil listrik
Besaran diskon PPN DTP berada di rentang 40 persen hingga 100 persen. Pemerintah mempertimbangkan kandungan nikel dalam baterai mobil listrik saat menentukan besaran insentif tersebut.
Semakin tinggi kandungan nikel dalam baterai, semakin besar peluang kendaraan mendapat diskon PPN DTP penuh. Skema ini menjadi salah satu sinyal bahwa pemerintah ingin mendorong ekosistem mobil listrik berbasis baterai secara lebih spesifik.
Honda sendiri sudah memiliki sejumlah model hybrid yang dijual di Indonesia. Model yang disebut antara lain CR-V hybrid, Accord hybrid, Step WGN, dan HR-V hybrid.
Selain itu, Honda juga sudah meluncurkan mobil listrik e:N1. Namun, model tersebut baru dipasarkan dengan cara sewa, bukan penjualan biasa.
Dampak bagi strategi Honda
Pernyataan Honda memperlihatkan perusahaan masih berhitung terhadap perubahan insentif yang sedang disiapkan pemerintah. Fokus utama HPM saat ini adalah menunggu kepastian aturan agar strategi bisnis bisa disesuaikan dengan arah kebijakan yang final.
Di tengah pasar yang bergerak ke arah elektrifikasi, Honda tetap menekankan upaya menjaga pilihan produk yang bernilai bagi konsumen. Posisi ini menjadi penting karena insentif baru memberi keuntungan langsung untuk mobil listrik berbasis baterai, sementara mobil hybrid belum mendapat perlakuan serupa.
