GWM Siapkan Mobil Diesel Hybrid, Akselerasinya 40 Persen Lebih Galak dan Lebih Irit

Author: Qoo Media

GWM memastikan akan menghadirkan mobil diesel hybrid, menandai langkah baru di tengah tren elektrifikasi yang selama ini lebih lekat dengan mesin bensin. Teknologi ini disebut penting untuk pasar tertentu, termasuk Australia, karena menawarkan kombinasi efisiensi, performa, dan pengendalian emisi.

Pabrikan asal Baoding, Tiongkok, itu menyiapkan dua pendekatan sekaligus, yakni plug-in hybrid dan hybrid biasa. Rencana peluncurannya disebut berpotensi terjadi pada akhir tahun depan, menegaskan bahwa pengembangan diesel hybrid kini masuk fase yang lebih konkret.

Masuknya GWM ke segmen ini membuat peta teknologi diesel hybrid semakin ramai. Sebelumnya, pendekatan serupa sudah lebih dulu diperkenalkan oleh Mercedes-Benz, Audi, dan Chery.

Mengapa diesel hybrid dianggap penting

Kepala Teknologi GWM, Nicole Wu, mengatakan solusi diesel hybrid cukup penting terutama untuk pasar seperti Australia. Menurut dia, mesin diesel memang memiliki tantangan pada emisi NOx dan partikulat, tetapi sistem hybrid membantu menekan keduanya.

Pandangan serupa disampaikan Adam Thomson, kepala insinyur sekaligus direktur teknis GWM. Ia menyebut sistem pengolahan emisi modern yang dipadukan dengan teknologi hybrid menjadi solusi yang efektif.

Poin ini menjadi krusial karena mesin diesel selama ini dikenal kuat untuk torsi dan efisiensi pada penggunaan tertentu, tetapi juga dibayangi isu emisi dan karakter kerja yang lebih kasar. GWM mencoba menjawab dua sisi itu sekaligus melalui elektrifikasi.

Fokus pada performa dan efisiensi

GWM menyatakan kendaraan diesel hybrid-nya bisa mencatat akselerasi 0-100 km/jam hampir 40 persen lebih cepat dibanding kendaraan non-hybrid yang setara. Kenaikan performa ini dikaitkan dengan peran motor listrik yang langsung membantu saat awal akselerasi.

Motor listrik juga disebut mampu mengompensasi turbo lag, sehingga start terasa lebih cepat dan manuver menyalip menjadi lebih gesit. Karakter ini penting bagi kendaraan bermesin diesel, yang kerap memiliki jeda respons sebelum turbo bekerja optimal.

Selain performa, GWM juga menyoroti potensi penghematan bahan bakar. Ketua GWM, Jack Wei, mengatakan pengujian pada kendaraan komersial menunjukkan efisiensi sekitar 15 persen di kondisi jalan datar, dan bisa mencapai 30 persen di lingkungan yang lebih menantang seperti Australia.

Wei menyebut diesel hybrid bukan teknologi baru bagi perusahaan itu. Menurut dia, pengembangannya sudah berjalan sekitar enam tahun, sehingga arah yang kini diumumkan bukan sekadar eksperimen jangka pendek.

Apa yang ingin diperbaiki dari mesin diesel

Salah satu kelemahan tradisional mesin diesel adalah jeda saat akselerasi dan tingkat kebisingan yang lebih tinggi. GWM menilai elektrifikasi dapat mengatasi dua titik lemah tersebut melalui bantuan motor listrik.

Wei menjelaskan bantuan motor listrik mampu menghilangkan lag dan menurunkan kebisingan. Ia juga menyebut bahwa pada kecepatan 50 sampai 60 km/jam, tingkat kebisingannya akan sebanding dengan kendaraan bermesin bensin.

Klaim ini menunjukkan bahwa diesel hybrid tidak hanya diarahkan untuk menekan konsumsi bahan bakar, tetapi juga untuk memperbaiki pengalaman berkendara. Jika target itu tercapai, teknologi ini bisa memperluas daya tarik mesin diesel yang selama ini cenderung terbatas pada kebutuhan tertentu.

Basis mesin yang disiapkan GWM

GWM saat ini memiliki beberapa mesin diesel andalan yang berpotensi dipadukan dengan sistem hybrid. Pilihannya meliputi mesin empat silinder turbocharged 2.0 liter, 2.4 liter, dan 3.0 liter.

Mesin-mesin tersebut diharapkan kompatibel dengan sistem hybrid yang sedang dipersiapkan. Artinya, GWM punya fondasi produk yang cukup jelas untuk menerjemahkan teknologi ini ke model produksi.

Kehadiran opsi plug-in hybrid dan non plug-in hybrid juga memberi sinyal bahwa GWM tidak membatasi pendekatan hanya pada satu jenis elektrifikasi. Strategi itu membuka peluang untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar yang berbeda-beda.

Bagi industri otomotif, langkah GWM ini memperlihatkan bahwa elektrifikasi tidak selalu berarti meninggalkan mesin diesel sepenuhnya. Di segmen dan wilayah tertentu, diesel justru masih dianggap relevan bila dipadukan dengan motor listrik, pengolahan emisi modern, dan fokus pada peningkatan efisiensi serta kenyamanan berkendara.

Dengan konfirmasi ini, perhatian berikutnya akan tertuju pada model apa yang pertama kali mengusung teknologi tersebut dan bagaimana spesifikasinya saat diluncurkan. Untuk saat ini, GWM baru menegaskan arah teknologinya: diesel hybrid akan hadir, dan disiapkan sebagai solusi untuk performa, efisiensi, serta emisi yang lebih baik.

Source: otodriver.com
Terbaru