BYD resmi meluncurkan Atto 1 versi terbaru di China dengan harga mulai 69.900 yuan, atau sekitar Rp 170 jutaan. Model yang di Indonesia dikenal sebagai Atto 1 ini datang hanya dua pekan setelah debut perdananya di Beijing Auto Show 2026.
Pembaruan ini menarik perhatian karena bukan sekadar facelift ringan. BYD menambah pilihan varian, menyegarkan tampilan, dan memasukkan fitur bantuan berkendara yang lebih maju, termasuk sistem DiPilot 300 dengan opsi lidar.
Di pasar China, BYD menawarkan empat varian Atto 1 dengan banderol 69.900 yuan sampai 85.900 yuan. Dengan kurs 1 yuan = Rp 2.560, rentang itu setara sekitar Rp 170 jutaan hingga Rp 219 jutaan.
Untuk konsumen yang menginginkan fitur lebih lengkap, tersedia varian dengan paket “Mata Tuhan”. Menurut Car News China, fitur itu berupa DiPilot 300 yang sudah mencakup lidar sebagai opsi, dengan harga 90.900 yuan dan 97.900 yuan, atau sekitar Rp 230 jutaan hingga Rp 250 jutaan.
Fokus pada fitur dan nilai jual
Langkah BYD ini menunjukkan fokus kuat pada fitur di kelas mobil listrik kompak. Kehadiran sistem bantuan mengemudi yang lebih canggih menjadi pembeda penting, terutama saat persaingan di segmen kendaraan listrik perkotaan makin padat.
Di bagian kabin, BYD juga memberi pembaruan yang cukup terasa. Atto 1 terbaru kini memakai tema interior baru bernama “Oatmeal Rice” yang melengkapi pendekatan desain yang lebih segar.
Mobil ini sudah dibekali sistem DiLink 150 dan layar tengah HD berukuran 12,8 inci. Layar tersebut mendukung kontrol 3D dan navigasi, sehingga memperkuat kesan digital pada interiornya.
BYD juga menambah fitur kenyamanan yang sebelumnya tidak selalu ditemukan di mobil listrik kecil. Daftarnya mencakup wireless charging 50W, kursi depan dengan pemanas, serta pengaturan kursi pengemudi dengan enam fungsi.
Dari sisi keselamatan, Atto 1 terbaru mendapatkan sejumlah perangkat tambahan. Fitur yang disertakan meliputi driver monitoring system, automatic emergency braking, dan 5-way driving recorder.
Ubahan desain luar dan dimensi
Penyegaran model ini juga terlihat dari tampilan eksteriornya. BYD menambah pilihan warna Mango Orange dan Mint Green untuk memberi kesan lebih segar dan sesuai karakter mobil kota.
Ubahan lain terlihat pada penggunaan velg 16 inci dan lampu belakang LED dengan logo baru. Penyegaran itu membuat tampilan Atto 1 terbaru terlihat lebih modern tanpa meninggalkan bentuk kompaknya.
Dimensinya pun mengalami sedikit perubahan. Panjang mobil kini 3.780 mm, lebar 1.715 mm, dan tinggi 1.540 mm, sementara jarak sumbu roda tetap 2.500 mm.
Ukuran tersebut menegaskan posisi Atto 1 sebagai mobil listrik kecil yang ditujukan untuk mobilitas perkotaan. Dimensi ringkas tetap dipertahankan, tetapi BYD tetap memberi sentuhan baru agar model ini terasa lebih relevan.
Performa tetap sederhana, jarak tempuh jadi perhatian
Untuk urusan penggerak, BYD masih mempertahankan konfigurasi motor listrik tunggal. Tenaganya tercatat 74 daya kuda dengan torsi maksimum 135 Nm.
Pilihan baterainya tersedia dalam dua opsi. Paket baterai 30,08 kWh menjanjikan jarak tempuh 305 km, sedangkan baterai 38,88 kWh diklaim mampu menempuh hingga 405 km.
Strategi ini menunjukkan BYD tidak mengubah karakter dasar Atto 1. Fokusnya tetap pada efisiensi dan kebutuhan harian, sambil memperkuat nilai produk lewat fitur dan penyegaran desain.
Peluncuran versi anyar ini juga datang pada saat penting bagi BYD Seagull di China. Model ini sempat mencatat penjualan tertinggi pada April 2025 dengan 34.005 unit, tetapi dalam dua bulan terakhir penjualannya disebut sulit menembus 15.000 unit.
Karena itu, pembaruan Atto 1 versi terbaru berpotensi menjadi dorongan baru bagi performa model tersebut di pasar domestik. Dengan harga dasar yang masih berada di kisaran 69.900 yuan dan tambahan fitur yang lebih lengkap, BYD tampak mencoba mengangkat kembali daya tarik Seagull di tengah tekanan persaingan mobil listrik kompak.
