Li Auto akan membuka laporan kinerjanya untuk kuartal pertama pada 28 Mei, setelah mengirimkan 95.142 kendaraan pada periode yang sama. Angka itu melampaui batas atas panduan pengiriman yang sebelumnya dipatok di 85.000 hingga 90.000 unit.
Perusahaan juga menjadwalkan panggilan konferensi pada pukul 8.00 pagi waktu AS Timur di hari yang sama untuk membahas pembaruan bisnis bersama investor dan analis. Agenda ini akan menjadi perhatian pasar karena Li Auto baru saja menunjukkan pemulihan di sisi pengiriman, meski tekanan profitabilitas masih membayangi.
Sorotan sebelum laporan keuangan
Li Auto sebelumnya memperkirakan pendapatan kuartal pertama berada di kisaran 20,4 miliar yuan hingga 21,6 miliar yuan. Dengan kurs yang dicantumkan perusahaan, kisaran itu setara sekitar $3 miliar hingga $3,18 miliar.
Kinerja ini datang setelah pendapatan kuartal keempat tercatat 28,8 miliar yuan, turun 35,0% dibanding periode yang sama pada 2024. Pada kuartal itu, Li Auto hanya kembali tipis ke jalur laba dengan laba bersih 20,2 juta yuan, tetapi masih membukukan rugi operasional 442,6 juta yuan.
Pendorong utama: lini produk baru
Untuk membalik tren pelemahan penjualan, Li Auto mempercepat peluncuran model baru. Langkah ini menjadi fokus penting menjelang rilis laporan karena perusahaan tengah mengandalkan produk andalan untuk menjaga momentum pengiriman.
SUV flagship baru Li L9 Livis akan diluncurkan resmi pada 15 Mei, dan pengiriman dimulai pada hari yang sama. Model ini dibekali dua chip smart driving M100 yang dikembangkan secara internal oleh Li Auto, dengan harga pra-penjualan 559.800 yuan.
Selain itu, Li Auto berencana meluncurkan SUV listrik murni flagship Li i9 pada paruh kedua tahun ini. Rencana itu sebelumnya disampaikan manajemen saat panggilan kinerja terakhir, menandakan strategi perusahaan tetap bertumpu pada ekspansi portofolio.
Posisi bisnis dan target setahun penuh
Saat ini, jajaran produk Li Auto mencakup model L-series dengan teknologi extended-range electric vehicle atau EREV, model i-series yang sepenuhnya listrik, serta MPV Li Mega. Kombinasi ini menunjukkan perusahaan masih menjaga dua jalur utama: elektrifikasi bertahap lewat EREV dan perluasan ke kendaraan listrik murni.
Untuk 2026, Li Auto menargetkan pertumbuhan penjualan tahunan 20%, atau sekitar 490.000 kendaraan. Target itu memberi gambaran skala ambisi perusahaan di tengah persaingan yang tetap ketat di pasar kendaraan energi baru.
Dalam konteks industri, jadwal rilis Li Auto juga berdekatan dengan sesama produsen kendaraan listrik Tiongkok. Nio akan merilis hasil keuangan kuartal pertamanya sebelum pasar AS dibuka pada 21 Mei, sementara Xpeng belum mengumumkan tanggal laporan keuangannya.
Pengiriman yang melampaui panduan memberi Li Auto modal awal yang lebih kuat saat memasuki musim laporan keuangan. Namun, pasar masih akan memantau apakah lonjakan pengiriman itu cukup untuk memperbaiki tren pendapatan dan menekan kerugian operasional dalam beberapa bulan mendatang.
Source: cnevpost.com






