China Siap Tembus 10 Juta Ekspor Mobil, Pasar Dalam Negeri Mulai Tak Lagi Menopang

China bersiap mencetak tonggak baru di industri otomotif dunia. Menurut He Yi, wakil sekretaris jenderal China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), ekspor mobil China diproyeksikan menembus 10 juta unit pada 2026.

Jika target itu tercapai, posisi China sebagai eksportir mobil terbesar di dunia akan makin jauh meninggalkan pesaing. Negara itu sudah melampaui Jepang dan tetap memegang gelar eksportir mobil nomor satu pada 2025.

Lonjakan ekspor jadi penopang utama

Kinerja ekspor China sudah menunjukkan laju yang sangat kuat sejak awal tahun. Dari Januari hingga April, ekspor mobil mencapai 3,13 juta unit atau naik 61,5% secara tahunan.

Pada April saja, ekspor mobil China mencetak rekor baru 901.000 unit. Angka itu naik 74,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan 3% dari bulan sebelumnya.

Lonjakan ini datang di saat konsumsi domestik masih lesu. Rekor ekspor ikut mengimbangi dampak dari permintaan dalam negeri yang lemah dan membantu menjaga aktivitas industri otomotif tetap kuat.

NEV masih menjadi mesin pertumbuhan

Kendaraan energi baru atau new energy vehicles (NEV) tetap menjadi motor utama ekspansi ekspor China. Segmen ini masih tumbuh kencang meski menghadapi hambatan perdagangan di sejumlah pasar utama.

Pada 2025, ekspor NEV China mencapai 2,615 juta unit dan naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekspor kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) disebut sangat menonjol dalam lonjakan tersebut.

Di dalam negeri, penjualan NEV justru sempat menurun. Pada April, penjualan NEV China turun 10,8% secara tahunan, tetapi kenaikan ekspor pada periode yang sama membantu menopang total produksi dan penjualan menurut data CAAM.

Target 2026 menandakan percepatan baru

Proyeksi 10 juta unit pada 2026 berarti ekspor mobil China berpotensi tumbuh lebih cepat lagi. Dengan basis 7,1 juta unit pada 2025, target itu mengisyaratkan pertumbuhan sekitar 41% dalam setahun.

Skala pertumbuhan tersebut mempertegas peran China dalam rantai pasok otomotif global. Kekuatan manufaktur negara itu tidak lagi hanya bertumpu pada pasar domestik, tetapi juga pada ekspansi agresif ke luar negeri.

Pasar dalam negeri tetap besar, tetapi tekanan ada

Meski ekspor melonjak, pasar domestik China masih menghadapi dinamika yang kompleks. Penjualan mobil nasional mencapai rekor 34,4 juta unit pada 2025, namun permintaan konsumen yang berfluktuasi membuat produsen semakin bergantung pada keuntungan dari pasar luar negeri.

Kondisi itu menjelaskan mengapa ekspor kini menjadi penopang penting bagi industri otomotif China. Saat pasar domestik bergerak naik-turun, pengiriman ke luar negeri memberi bantalan yang lebih stabil bagi pertumbuhan produsen.

Rekor ekspor yang terus berlanjut juga menunjukkan daya saing produk otomotif China di pasar global. Di tengah tekanan perdagangan di beberapa negara, volume ekspor tetap naik tajam dan memperluas jarak kepemimpinan China di panggung otomotif dunia.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version